Monev Pokja AMPL dan Program STBM di Kebumen , Jawa Tengah, 10-11 Juni 2010
14 Juni 2010
   [Cetak]  [Kirim ke teman]  [Link]  
 

Sebagai bagian dari kerjasama Bappenas – Plan Indonesia, Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Nasional melaksanakan kegiatan Monitoring dan evaluasi (monev) yang dilaksanakan di 3 (tiga) kabupaten yaitu Kebumen – Jawa Tengah, Grobogan – Jawa Tengah, dan Dompu – NTB.

Kunjungan monev selama 2 (dua) hari ini dimaksudkan untuk melihat kinerja Pokja AMPL daerah dan pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di lapangan. Pokja AMPL Nasional yang datang adalah perwakilan dari Bappenas, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. Sedangkan Pokja daerah Kabupaten Kebumen terdiri dari perwakilan Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PU Cipta Karya, serta dihadiri juga oleh perwakilan Plan Indonesia pusat beserta Plan Kebumen.
 
Hari pertama dari kegiatan Monitoring dan evaluasi (monev) ini dilaksanakan di Kantor Bappeda Kebumen, berupa presentasi “Pelaksanaan Kebijakan Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) di daerah Kebumen”, disusul dengan presentasi “Progress Kegiatan STBM Kabupaten Kebumen” kemudian diadakan diadakan diskusi awal di ruang pertemuan kantor Bappeda Kabupaten Kebumen mengenai Pokja AMPL Kebumen, dan program STBM, serta isu – isu terkait yang ada di Kabupaten Kebumen. Setengah hari berikutnya, rombongan dibagi dua dan diadakan kunjungan lapangan ke desa Tunjungseto kecamatan Kutowinangun, desa Miritpetikusan kecamatan Mirit, desa Sarwogadung kecamatan Mirit, dan desa Gebangsari Kecamatan Klirong. Pertemuan dengan para aparat dan tokoh masyarakat setempat diadakan di balai desa untuk diskusi mengenai program AMPL dan STBM khususnya pilar 1 Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS), serta berdiskusi dengan masyarakat setempat dan mengunjungi lokasi. 
 
Di hari berikutnya, peserta mengunjungi lokasi yang lebih jauh, yaitu desa Strati kecamatan Ayah. Pertemuan dengan para aparat dan tokoh masyarakat setempat diadakan di balai desa untuk berdiskusi mengenai program AMPL. Kemudian setelah makan siang, diadakan diskusi mengenai hasil-hasil Monev dengan Pokja setempat. 
 
Kegiatan monev ini menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah : perlunya penyusunan strategi kegiatan Pokja AMPL agar koordinasi lebih terarah dan sinkronisasi seluruh program AMPL di antara seluruh dinas yang terlibat, serta peningkatan peran fasilitator dan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah yang ada di masyarakat dan mempertahankan tingkat keberlanjutan di masyarakat. Diharapkan kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja Pokja AMPL di daerah.  IND
 
Sumber Berita Lain