Permasalahan akses air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih menjadi salah satu isu terbesar di antara sektor layanan publik lainnya seperti pengelolaan sampah, perumahan dan kesehatan, khususnya di daerah perkotaan. Data Bank Pembangunan Asia pada tahun 2004 menunjukkan bahwa sekitar 51% dari populasi warga Jakarta memiliki akses air bersih perpipaan.
Prosentase tersebut tentunya semakin menurun drastis pada populasi masyarakat berpenghasilan rendah seperti komunitas masyarakat Penjaringan, Jakarta Utara. Kajian Program HP3/LESTARI MercyCorps pada tahun 2006 pada tiga Rukun Warga (RW) lokasi dampingannya di daerah Penjaringan memperkirakan hanya sekitar 5.761 KK dari total 14.403 KK yang memiliki akses air bersih perpipaan. Sisanya, masih bergantung pada sumber lainnya seperti : MCK umum, air eceran/gerobak, air kemasan dan air isi ulang, sumur bor dan sumur dangkal.
Salah satu upaya menjembatani permasalahan di atas, sebuah proyek percontohan yang dinamakan Sistem Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat (SPABBM) diujicobakan oleh Lembaga Nirlaba Internasional, Mercy Corps. SPABBM pada prinsipnya merupakan sebuah kerja kolaborasi antara PT.PAM Lyonnaise Jaya (PT.PALYJA), Administrasi Kota Jakarta Utara dan Organisasi Pengelola Air Berbasis Masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat, proyek ini diharapkan dapat menjadi alternatif penyediaan air bersih bagi masyarakat berpendapatan rendah di daerah Penjaringan, Jakarta Utara dimana masyarakat menjadi aktor utama yang mengelola dan mengoperasikan sistem pengelolaan air bersih.
Setelah empat tahun Program Lingkungan Sehat Masyarakat Mandiri atau HP3/Lestari MercyCorps Indonesia berjalan di tengah Komunitas Warga Penjaringan, Jakarta Utara, kini program tersebut bersiap untuk mengakhiri masa kerja dan pendampingannya pada wilayah tersebut. Lewat beberapa proyek percontohan di bidang air dan sanitasi, Program HP3/Lestari menilai bahwa komunitas Warga Penjaringan telah siap untuk melanjutkan setiap kegiatan dan upaya peningkatan kualitas lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
Bertempat di Lapangan Pos RW.012 Jalan Tanjung Wangi RT.003/RW.012 Kelurahan-Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada tanggal 2 Juni 2010 diselenggarakan acara Peluncuran Sistem Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat (SPABBM) dan Modul Pengelolaan Sistem beserta Penutupan Program HP3/Lestari. Acara ini dihadiri oleh Asisten Walikota Jakarta Utara, Camat dan Lurah Penjaringan Jakarta Utara serta perwakilan dari PT.PAM Lyonaisse Jaya (Palyja), UNICEF, Sekretariat Pokja AMPL, DJCK-Departemen Pekerjaan Umum dan beberapa stakeholder lainnya.
Dengan adanya Sistem Pengelolaan Air Bersih Berbasis Masyarakat (SPABBM) ini perlu dipertimbangkan juga oleh pihak-pihak pemangku kepentingan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut terutama pada wilayah-wilayah permukiman padat yang didominasi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai proyek percontohan tentunya sistem ini perlu untuk dievaluasi dan disempurnakan lebih lanjut khususnya dalam teknis pendistribusian air dari tingkat Penyedia Jasa Air Minum Perkotaan hingga level Organisasi Pengelola Air, analisa keuntungan dan biaya, sistem dan prosedur keuangan organisasi dan lain sebagainya. DW