Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) telah diperkenalkan di Kabupaten Grobogan semenjak tahun 2008. Melalui program ini, Pokja AMPL Grobogan dan Plan Indonesia telah melakukan kerjasama untuk membentuk tim STBM di seluruh tingkat kecamatan di Grobogan dengan pilot CLTS di 6 desa. Hingga kini, Kabupaten Grobogan telah memiliki 2 desa yang terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, yaitu Desa Panimbo dan Desa Gunung Tumpeng. Keberhasilan penerapan STBM di Kabupaten Grobogan ini akan dikembangkan dengan melakukan scaling up di 153 desa di 10 kecamatan. Rencananya kegiatan upscaling ini merupakan bagian dari kerjasama program Pokja AMPL dan Plan Indonesia.

Terkait dengan hal tersebut Pokja AMPL Grobogan menyelenggarakan kegiatan roadshow STBM dalam rangka sosialisasi dan advokasi program STBM kepada para pemangku kepentingan. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 15 Juni 2010 bertempat di Ruang Riptaloka Kantor Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Grobogan, Icek Baskoro, dan juga dihadiri oleh Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas, Budi Hidayat.


Dalam sambutannya Budi Hidayat menyampaikan pentingnya kegiatan STBM, mengingat masih ada sekitar 70 juta masyarakat Indonesia yang masih buang air besar sembarangan dan akibatnya negara mengalami kerugian sebesar 56 trilyun setiap tahunnya. Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak untuk mengatasi persoalan tersebut. Hal inipun diamini oleh Wakil Bupati Grobogan yang menyambut gembira rencana scaling up STBM ini. Sebagai komitmen, pada kesempatan ini juga dilakukan pendeklarasian komitmen 10 kecamatan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan di tahun 2012.
Agar program dan pendekatan STBM dapat tersosialisasikan dan teradvokasikan dengan baik, dalam acara ini juga diselenggarakan talkshow yang dihadiri oleh Nugroho Tri Utomo dari Direktorat Permukiman dan Perumahan Bappenas, Atang Saputra dari Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dr. Djauhari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dan Alit Avianne dari Plan Internasional Indonesia. Dalam diskusi dikemukakan bahwa pendekatan STBM ini terbilang efektif, karena belajar dari pengalaman yang lalu bahwa pembangunan sanitasi tidak dapat berhasil apabila masyarakat tidak mengubah perilakunya. Selain itu, pendekatan STBM ini menitikberatkan pada keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Namun sebagai catatan, meski peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan, keterlibatan pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan. Untuk itu, diperlukan pembagian peran yang jelas dalam pembangunan. DHA