Sebanyak 40 orang perwakilan dinas kesehatan kab/kota dan personel WVI tingkat daerah melakukan kunjungan ke Kabupaten Lumajang. Mereka adalah peserta Lokakarya Pengenalan Sanitasi Total Berbasis Masyarakt (STBM) yang selama empat hari (12-15/7/2010) akan melihat langsung keberhasilan program STBM yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lumajang.
“Tahun 2009, Jawa Pos menganugerahi Kabupaten Lumajang dengan penghargaan Otonomi Award bidang sanitasi. Kategori pertama yang langsung disabet oleh kabupaten ini”, tutur Buntaran Supriyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dalam sambutannya, Senin (12/ 7).
Ditambahkan bahwa selain Stop Buang Air Besar Sembarang (BABS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Kabupaten Lumajang sejak tahun 2007 telah mempromosikan program Pemasaran Sanitasi. Program ini berhasil menumbuhkan pengrajin-pengrajin kloset selain melancarkan saluran komunikasi antara sanitarian-pengrajin-toko bangunan-media massa-masyarakat. Hasilnya, pada awal tahun 2010 lebih dari 90% masyarakat Kabupaten Lumajang telah menggunakan jamban sehat.
Fakta ini sejalan dengan upaya pemerintah meraih target dalam program nasional bidang sanitasi (RPJMN 2010-2014) sebagaimana yang diuraikan dalam paparan Budi Hidayat, Direktur Permukiman dan Perumahan Bappenas.
Setelah pembekalan teori mengenai konstelasi STBM dalam kebijakan pembangunan nasional maka untuk lebih mendekatkan peserta pada materi STBM, Agus Budiono, Dit. PP & PL Kemenkes RI, menjabarkan tentang definisi operasional STBM, tujuan, sasaran, strategi, dan peta jalan STBM 2010-2014.
Pembelajaran melalui kisah sukses penerapan STBM di Kabupaten Lumajang disampaikan oleh Budi Purwanto, Kabid Penyehatan Sanitasi Dasar Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang. Seolah tidak mau kehilangan kesempatan, para peserta dengan antusias menanyakan berbagai hal kepada narasumber. Untuk mendapatkan gambaran lebih riil lokakarya dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke enam titik dengan fokus penggalian informasi di lokasi yang berbeda.
Lokakarya ditutup dengan perumusan Rencana Tindak Lanjut yang memuat adaptasi program STBM di daerah-daerah yang menjadi tanggung jawab Wahana Visi Indonesia disamping memfasilitasi upaya inisasi pendirian Pokja AMPL di daerah yang belum memilikinya. FD |