Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Perpustakaan Umum Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Sebagai Dukungan Penguatan Perpustakaan Pusat Informasi Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (PIN AMPL) Daerah
26 Juli 2010
   [Cetak]  [Kirim ke teman]  [Link]  
 

Balikpapan. Semenjak tahun 2007, Pokja AMPL telah mengembangkan suatu resource center atau Pusat Informasi AMPL. Sebagai satu-satunya pusat informasi di sektor ini, Pusat Informasi AMPL dituntut untuk terus dapat mengembangkan dan menciptakan inovasi pelayanan yang dapat mengakomodasi kebutuhan informasi para pemangku kepentingan. Untuk itu, Pokja AMPL membentuk Pusat Informasi Nasional (PIN) sebagai information desk (meja informasi) AMPL. PIN ini berperan untuk meningkatkan akses informasi AMPL dan mekanisme Knowledge Management antar pelaku pembangunan AMPL, melalui pengembangan terpadu sistem publikasi, komunikasi, pendataan, teknologi informasi dan perpustakaan.

Dalam rangka memudahkan akses dan mekanisme tersebut, PIN AMPL, dalam hal ini divisi perpustakaan perlu menciptakan sistem informasi yang baik. Sistem informasi yang baik berawal dari proses pengadaan dan pengolahan perpustakaan yang sistematis hingga berujung pada pendistribusian informasi dan koleksi yang optimal bagi penggunanya. Sehubungan dengan itu, perpustakaan Pusat Informasi Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (PIN AMPL) membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Daerah. Hal ini dapat terwujud dengan  terintegrasinya perpustakaan lokal maupun perpustakaan berskala nasional.

Balikpapan sebagai salah satu kota yang telah memiliki Pokja AMPL serta mempunyai kepedulian dan partisipasi terhadap pembinaan kesadaran lingkungan berinisiatif untuk menginisiasi terbentuknya perpustakaan umum berbasis informasi lingkungan bagi masyarakat di Balikpapan lewat Konsorsium Peduli Lingkungan Hidup Balikpapan. Namun sayangnya, dukungan dana, SDM, kesiapan kerjasama dan kelengkapan sarana prasarana yang ada tidak diimbangi dengan ketersediaan koleksi terkait AMPL dan pengelolaan sumber daya yang maksimal.

Sehubungan dengan itu, bertempat di Perpustakaan Umum Konsorsium Instansi – LSM Peduli Lingkungan Balikpapan – Samarinda, diadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Perpustakaan Umum Lingkungan Hidup Kota Balikpapan yang diselenggarakan pada tanggal 21-23 Juli 2010. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya adalah Badan Litbang Kehutanan Bogor, Yayasan Peduli, Balai Penelitian Teknologi Pembenihan Samboja (BPTP Samboja), Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, SDIT-SMPIT Istiqomah, Unit Pelaksana Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain (UP-BPHLSW), Unit Pelaksana Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (UP-KWPLH), SMP Negeri 1 Balikpapan, SMKN 1 Balikpapan, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan (Stabil), Tropenbos Internasional Indonesia, SMKN 5 Balikpapan, SMPN 8 Balikpapan, Institut Hukum Sumberdaya Alam (IHSA), Waspola Facility dan Sekretariat Pokja AMPL.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari ini dibuka oleh Ibu Murni Supeno sebagai perwakilan dari Bappeda Kota Balikpapan (sekaligus mewakili Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan/Pokja AMPL Kota Balikpapan). Beliau menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini dan diungkapkan pula bahwa hal ini bisa menjadi salah satu upaya untuk lebih mengenalkan informasi terkait AMPL kepada masyarakat luas. Kota Balikpapan juga akan mengadakan pemilihan Duta Sanitasi yang diselenggarakan di sekolah-sekolah. Pemilihan Duta Sanitasi ini diharapkan bisa menjadi mediator untuk menyampaikan informasi terkait AMPL.
   
Pelatihan peningkatan kapasitas SDM ini diisi dengan orientasi perpustakaan sekaligus pengenalan koleksi AMPL, praktek pengelolaan perpustakaan dan pengenalan digital library dan diakhiri dengan penerapan digital library dan rencana tindak lanjut (RTL). Dalam pembahasan rencana tindak lanjut, mereka membuat agenda dalam waktu 3 (tiga) bulan ke depan akan melakukan pengelolaan perpustakaan konsorsium lingkungan hidup Kota Balikpapan dengan didampingi oleh trainer (pustakawan) setempat dan selanjutnya akan mengimplementasikannya di tempat kerja masing-masing. Dengan demikian diharapkan kerjasama ini dapat menjadi langkah awal dalam penguatan jaringan PIN di daerah. DW

 
Sumber Berita Lain