Lokakarya Penyusunan Grand Design Sanitasi Sekolah, Hotel Manhattan Jakarta – 30 Juni 2010
01 Juli 2010
   [Cetak]  [Kirim ke teman]  [Link]  
 
Menindaklanjuti serangkaian pertemuan pembahasan hasil pemetaan program sanitasi sekolah dan pertemuan pembahasan draft grand design sanitasi sekolah selama kurun Mei-Juni lalu, Pokja AMPL – bekerja sama dengan Plan Indonesia dan WESUNICEF - mengadakan Lokakarya penyusunan Grand Design Sanitasi Sekolah. Lokakarya ini diadakan pada tangggal 30 Juni 2010, bertempat di Hotel Manhattan – Jakarta.
 
Lokakarya ini dihadiri perwakilan berbagai pemangku kepentingan terkait, dari pemerintah pusat (Bappenas, Kem.Diknas, Kem.Kesehatan, dan Kem.Agama), NGO/LSM (Plan, Unicef, WHO, WVI, MercyCorps, dll), dan perwakilan pemerintah daerah (Kebumen, Malang, dll). 
 
Diawali dengan sambutan oleh Nugroho Tri Utomo, Kasubit Air Minum dan Air Limbah Bappenas, acara kemudian dibuka oleh Ibu Ariyani, dari Tim Pembina UKS Pusat, Kem.Pendidikan Nasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi.
 
Setelah penyampaian materi pertama, “Hasil Pemetaan Program Sanitasi Sekolah di Indonesia”, berlangsung diskusi yang cukup hangat. Topik diskusi meliputi hal-hal mendasar dan konseptual seperti perlunya kesepakatan ruang lingkup dan definisi sanitasi sekolah, acuan kebijakan,  hingga ke hal operasional seperti kelembagaan penggerak sanitasi sekolah di daerah, kemitraan, maupun pembiayaan.
 
Setelah makan siang, diskusi dilanjutkan dengan pembahasan Draft Grand Design. Seperti sesi sebelumnya, walaupun sebagian peserta telah ada yang pulang, namun diskusi tetap berlangsung dengan antusias. Pembahasan meliputi tujuan penggunaan dan status legal Grand Design Sanitasi Sekolah dan komponen inti  sanitasi sekolah. Disepakati bahwa Grand Design ini merupakan panduan secara global untuk semua pihak (pemerintah, LSM/NGO, dan bahkan swasta) yang ingin dan akan melakukan pembangunan sanitasi sekolah di Indonesia, sehingga panduan ini bersifat fleksibel namun memberikan koridor yang jelas bagi pelaksananya.
 
Sebagai rencana Tindak lanjutnya adalah membuat narasi dari masing-masing bagian grand design, diawali dengan narasi pedoman umum pelaksanaan sanitasi sekolah. Selanjutnya, setelah pedoman umum, akan disusun juklak dan juknis pelaksanaan sanitasi sekolah sebagai bagian dari Grand Design Sanitasi Sekolah. SAZ
 
Sumber Berita Lain