Dicari Inovator Teknologi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Wilayah Perkotaan

Sumber:beritahukum.com - 23 Agustus 2013
Kategori:Sanitasi

High five, WVI (Wahana Visi Indonesia) dan IUWASH (Indonesia Urban Water, Sanitation), didukung oleh USAID bekerjasama dengan Pundi Amal SCTV, menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) di area perkotaan, Jakarta, Jum'at (23/8).

Kegiatan lomba teknologi tepat guna ini dimaksudkan untuk memperkaya pilihan teknologi sanitasi bagi masyarakat dengan cara yang praktis, memenuhi syarat teknis dan kesehatan, serta bisa dijangkau masyarakat terutama MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Lebih jauh terkait dengan informasi lomba bisa dilihat melalui link ini : http://www.sanitasitotal.com.

“Kegiatan lomba teknologi tepat guna STBM ini penting untuk mendukung pendekatan pengembangan STBM di wilayah perkotaan yang saat ini masih belum banyak dilakukan. Kegiatan ini akan membantu memperkaya pilihan teknologi yang sudah ada dan membuatnya terjangkau bagi masyarakat umum. Sehingga semakin banyak lapisan masyarakat yang memiliki akses sanitasi dasar lebih baik,” jelas Nugroho Tri Utomo, Direktur Pemukiman dan Perumahan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), yang juga Ketua Pokja AMPL (Air Minum Penyehatan Lingkungan) Nasional, saat Launching Lomba Teknologi Tepat Guna STBM belum lama ini.

Kegiatan lomba ini sendiri diharapkan bisa memicu peningkatan pencapaian MDGs (Millenium Development Goals/Tujuan Pembangunan Milenium), khususnya point 7C, terkait peningkatan akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar, yang sudah mendekati akhirnya di tahun 2015. Nugroho menyebutkan, tahun 2010 akses terhadap sanitasi yang layak sudah meningkat 55,53%, dan meningkat lagi di tahun 2012 menjadi 57,3%. Artinya sudah ada kemajuan peningkatan sebesar 1,7%. Sementara target MDGs ditahun 2015 yang diharapkan adalah 62,41%.

“Jika tren ini berlanjut mudah-mudahan kita bisa mencapai target MDGs kita yang 62.41%. Kita berharap bisa mencapai peningkatan kemajuan per tahun 3,17%, sehingga dalam tiga tahun ke depan (2015) bisa mencapai 5,1%. Jadi kalo dihitung, dari 57,3% (2012) plus 5,1% hasilnya bisa mencapai 62,45%. Jadi kita bisa melebihi sekitar 0,4% dari target yang ditentukan,” tambah Nugroho.

Sementara data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) 2010 menyebutkan, di wilayah perkotaan, 19.7% tdk mempunyai akses ke air minum yg berkualitas[1] dan hanya 73.3% keluarga yang telah melakukan pengolahan air minum rumah tangga yang aman[2]. Untuk praktek pembuangan tinja, masih ada 7.5% rumah tangga yang buang air besar sembarangan dan 71.4 keluarga yang menggunakan sarana BAB yang layak[3]. Dari seluruh rumah tangga yang tinggal di perkotaan, hanya 26% keluraga yang mengolah limbah doemestiknya dengan aman[4] . Lebih dari separuh rumah tangga di kota (53.4%) tidak mengelola sampahnya dengan baik[5].

Wilfried Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Direktorat P2PL, Kementerian Kesehatan menyebutkan, untuk mencapai pemenuhan 5 pilar STBM, terdapat tiga komponen yang perlu dilakukan, yaitu pemicuan kebutuhan sanitasi masyarakat, penyediaan suplai sanitasi yang terjangkau, dan penciptaan lingkungan kebijakan yang mendukung masyarakat agar semakin terpicu untuk memenuhi kebutuhan dasar sanitasi mereka secara mandiri. 

“Lembaga-lembaga mitra telah bekerja sama dengan pemerintah untuk memicu kesadaran masyarakat untuk memiliki sarana yang layak melalui strategi STBM. Adapun lomba TTG merupakan upaya strategis untuk memperkaya pilihan teknologi STBM yang telah ada sehingga membantu pemenuhan komponen supply dalam mencapai target sanitasi dan higien”, tambah Wilfried. Hal itu penting, karena ketika masyarakat dengan pendapatan rendah sudah terpicu, mereka sering kesulitan untuk meningkatkan akses sanitasi mereka karena keterbatasan pilihan sarana atau teknologi sanitasi yang layak dan terjangkau, yang dapat menjawab kebutuhan mereka.

Sementara Ewinur Machdar – Water & Sanitation specialist dari High Five, menyebutkan, “Lomba ini dilatarbelakangi oleh fakta masih sulitnya masyarakat di pemukiman padat dan kumuh mendapatkan akses teknologi sanitasi yang layak yang dapat menjawab kebutuhan mereka. Sementara, di sisi yang lain tidak sedikit temuan teknologi yang dihasilkan oleh masyarakat kurang terpublikasi secara luas, atau berbagai hasil karya lembaga pendidikan tinggi bahkan hanya berhenti sebatas menjadi dokumen tugas akhir dan atau karya ilmiah di perguruan tinggi tersebut"

Untuk meningkatkan kondisi sanitasi dan higien yang layak bagi masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kepmenkes No.852 tahun 2008 telah menetapkan strategi nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), meliputi 5 pilar, yaitu: (i) stop buang air sembarangan, (ii) cuci tangan pakai sabun, (iii) pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, (iv) pengelolaan sampah rumah tangga, dan (v) pengelolaan limbah cair rumah tangga.

Di lain pihak, ditemukan juga kalangan masyarakat yang berhasil membangun teknologi sederhana yang bisa digunakan masyarakat pendapatan rendah. “Kami menemukan warga yang sudah terpicu akan mencari informasi untuk menunjang perilaku mereka yang lebih baik. Dari pengetahuan tersebut, mereka berhasil mengembangkan teknologi sanitasi sederhana, seperti pengolahan air got menjadi sumber air untuk kolam ikan di Kelurahan Petemon Surabaya.“jelas Roma Manurung yang mewakili USAID Indonesia divisi Lingkungan Hidup. 

“Kegiatan lomba TTG ini bertujuan untuk menggalang kreativitas anak bangsa dalam rangka membantu masyarakat memperoleh opsi-opsi teknologi sanitasi yang layak dan terjangkau, sekaligus sebagai ajang promosi sanitasi kepada seluruh masyarakat,” tambah Charles Sinaga, Manajer Operasional Regional Jawa dan Sumatara, Wahana Visi Indonesia.

Kegiatan ini juga merupakan suatu kesempatan untuk pelibatan sektor publik dan swasta dalam upaya peningkatan sector sanitasi dan higien. Sebagai suatu institusi yang terlibat aktif dalam peningkatan akses sanitasi di masyarakat, Pundi Amal SCTV menyadari adanya kebutuhan untuk teknologi tepat guna STBM. Mereka terlibat sebagai mitra korporasi. Komisaris Utama SCTV, Letjen (Purn) Suyono menyebutkan.

"Melalui kegiatan ini, Pundi Amal mewujudkan amanah pemirsa yang menitipkan dananya, sehingga dapat mencapai mereka yang membutuhkannya,” kata Suyono.

Pelaksanaan Lomba TTG juga di dukung oleh Business Inovation Center (BIC) yang membantu pengembangan sistem berbasis web, kemudian Yayasan Inovasi Teknologi (Inotek) yang memberi kesempatan kepada peserta yang memenuhi kriteria dan berminat, untuk mengembangkan teknologinya menjadi bisnis sanitasi dalam rangka mendukung perluasan pasar sanitasi Indonesia.

Sementara dari asosiasi keprofesian lomba juga di dukung oleh HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indoensia) dan IATPI (Ikatan Ahli Teknik Penyehatan Indonesia). 

Perlombaan sendiri akan berlangsung sejak 30 Juli 2013, dimulai dengan penerimaan proposal peserta, kemudian seleksi finalis dan uji implementasi di masyarakat.

Pemenang lomba akan diumumkan bulan Maret 2014 dalam rangka Hari Air Sedunia.



Post Date : 26 Agustus 2013