Aksansi Kampanyekan Kerjasama Air

Sumber:krjogja.com - 22 Maret 2013
Kategori:Air Minum
Asosiasi Kelompok Swadaya Masyarakat Sanitasi Seluruh Indonesia (Aksansi) memfasilitasi layanan teknis dan sarana kelembagaan guna mengakses sumber daya air dan sanitasi yang layak. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) tidak henti-hentinya terus mengajak dan mesosialisasian gerakan 'Kerjasama Air' sebagai salah satu dukungan terhadap Hari Air Dunia yang ditetapkan PBB yang jatuh setiap tanggal 22 Maret.

Guna mengkampanyekan gerakan tersebut sekaligus memperingati Hari Air Dunia yang ke-20, pihaknya menggelar serangkaian kegiatan antara lain lomba pidato, menggambar, kuis air, capoeira, flash mob hingga hiburan musik. Aneka kegiatan ini sebagai usaha menarik perhatian masyakarat akan pentingnya sumber daya air, keuntungannya dan tantangan dari 'Kerjasama Air'

"Air harus dibagikan melalui adanya kerjasama air yang kami wujudkan selama ini guna mengelola akuifer bawah tanah bersama, daerah aliran sungai (DAS), informasi, pertukaran data serta kerjasama keuangan dan teknis dengan berbagai pihak. Hanya melalui kerjasama air ini kita aka berhasil di masa depan guna mengeloa sumber daya yang terbatas dan memastikan manfaatnya untuk kita semua," papar Ketua Komite Aksansi, Anang Bagas Setiawan saat ditemui di Halaman Kantor Dinas Pariwisata DIY, Minggu (24/3).

Bagas menjelaskan pihaknya selama ini mendukung penuh upaya penerapan sistem pengelolaan air limbah terdesentralisasi. Sebagai asosiasi yang memayungi 800 Kelompok Swadaya Bersama (KSM), yang mewakili lebih dari 160 000 masyarakat perkotaan berpenghasilan rendah dengan menyediakan Sanitasi Berbasis Masyarakat.

"Air sangat penting bagi kehidupan, namun keberadaannya yang terbatas dan tidak terdistribusi merata itu menjadi sorotan utama. Untuk itu kami memfasilitasi agar seluruh masyarakat memiliki akses ke sanitasi yang layak dan memadai yang dikelola secara berkelanjutan," tandasnya.

Dari data yang ada setidaknya 780 juta penduduk tidak memiliki akses mendapatkan air bersih dan hampir 2,5 miliar peduduk tidak mempunyai akses ke sarana sanitasi yang memadai. Sementara dengan keterbatasan sumber daya dan fasilitas tersebut, permintaan akan air selalu meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.

"Kami bekerja pada peningkatan mata pencaharian masyarakat berpenghasilan rendah dan perlindungan yang efektif dari sumber daya alam yang kita miliki. Apabila sumber daya air dibagikan dan dikelola bersama maka akan mewujudkan kemakmuran bagi seluruh masyarakat," tandasnya.


Post Date : 25 Maret 2013