Diare Bisa Ganggu Otak

Sumber:Jawa pos - 06 Desember 2006
Kategori:Sanitasi
SOLO - Jangan menganggap remeh penyakit diare. Pasalnya, penyakit yang masuk dalam kategori penyakit musiman ini, jika diabaikan dan tidak ditangani serius, dapat mengakibatkan dehidrasi yang akan mengganggu fungsi otak dan ginjal, juga dapat menyebabkan gangguan jantung.

"Biasanya gejala yang nampak adalah buang air besar yang encer lebih dari tiga kali sehari," terang Sri Rusmanti, dokter umum dan gizi RS Islam Kustati Solo.

Menurut Sri, jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius, bisa-bisa korban akan mengalami gangguan yang lebih parah lagi. Sri menjelaskan, diare yang berkepanjangan pada anak-anak dapat mengakibatkan shock dehidrasi akibat kekurangan cairan. "Jika terus begini, bisa-bisa fungsi ginjal dan otak anak akan terganggu," imbuhnya.

Apalagi jika diare yang dialami anak disertai dengan muntah. Potensi anak untuk kehilangan cairan semakin besar. "Lihat apakah terjadi cekungan pada ubun-ubun anak dan kulit perut menjadi keriput. Jika ini terjadi dipastikan anak telah mengalami dehidrasi," ungkapnya.

Sedangkan pada orang dewasa, diare yang berkepanjangan akan mengakibatkan fungsi jantung terganggu. "Cairan tubuh yang berkurang akan mengakibatkan elektrolit tubuh juga berkurang. Sehingga kerja jantung jadi tidak optimal," jelasnya.

Dengan menurunnya kerja jantung, dipastikan aliran darah dan suplai darah ke organ-organ tubuh lainnya juga akan mengalami gangguan. Karena itu, Sri menganjurkan kepada masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit ini. "Segera obati diare yang dialami. Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan membuat oralit sendiri dari segelas air yang diberi satu sendok makan gula pasir ditambah sedikit garam," terang Sri.

Sedangkan pada anak usia balita, Sri menganjurkan kepada orang tua untuk menghentikan sementara susu yang tinggi kandungan laktosanya. "Ganti dengan susu yang rendah atau bebas laktosa. Jika masih bayi dan belum mendapat makanan tambahan, beri ASI terus menerus supaya anak tidak kekurangan cairan," terangnya.

Dan jika intensitas buang air besar meningkat, Sri menganjurkan untuk membawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapat penanganan medis yang optimal. "Kita juga harus tahu, apa yang menjadi sumber diare tersebut. Seperti sekarang ini, saat musim buah dan musim penghujan datang bersamaan, masyarakat juga perlu hati-hati," kata Sri.

Pasalnya, sifat buah-buahan yang mudah membusuk akan mengundang lalat yang merupakan penyebar utama virus penyebab bakteri. Dirinya mencontohkan buah-buahan yang dijual dalam bentuk irisan atau tidak utuh lagi sangat berpotensi mengandung kuman dan bakteri penyakit. "Kalau lalat hinggap pada buah-buahan tersebut sebelum dikemas, kan dapat membahayakan kesehatan kita," terang Sri. (mg9)



Post Date : 06 Desember 2006