Dua Hari Diguyur Hujan, Tenda Pengungsi Tergenang

Sumber:Serambi Indonesia - 09 Oktober 2005
Kategori:Aceh
BANDA ACEH - Hujan deras yang turuns sejak Kamis hingga Jumat (8/10) kemarin, membuat sejumlah tenda pengungsi di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tergenang. Kondisi seperti itu membuat paar pengungsi cukup menderita.

Lokasi tenda yang digenangi air antara, di Desa Weu Raya, Lamkruet di Kecamatan Lhoknga. Merduati, Taman Siswa, Lampaseh, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. sedangkan di Kopelma Darussalam air tidak sempat tergenang, tapi hujan deras itu membuat para pengungsi menderita setelah lingkungan tersebut becek.

Camat Lhoknga, Rasyidi yang ditanyai Serambi mengaku, di Lhoknga ada dua lokasi tenda pengungsi tergenang yakni, di Desa Weu Raya dan Lamkrut. Kami cukup prihatin, tapi bagai mana lagi. Kami sudah minta bantuan LSM untuk memberi tenda pengganti tapi sampai kini belum ada yang bantu, ucap Rasyidi, Sabtu (8/10). Dikatakan, jumlah pengungsi di Lhoknga berjumlah 11.830 jiwa (3.650 kk). Di antaranya 693 jiwa (232 KK) tinggal di tenda Weu Raya dan 714 jiwa (257 KK) di tenda Lamkrut.

Di Kecamatan Kutaraja, sebagian besar tenda pengungsi di Kelurahan Merduati dan Lampaseh juga tergenang. Pengungsi setempat mengaku, cukup kesulitan. Saat sahur kami sering kalang-kabut karena air sudah memasuki tenda, tutur Kamariah kepada Serambi secara terpisah.

Sementara itu, pantauan Serambi, Sabtu (8/10) hampir semua tenda pengungsi di Kopelma Masjid Jamik Darussalam bocor. Walaupun tidak tergenang, rembesan air hujan masuk ke dalam tenda yang mengakibatkan semua barang dan yang ada di dalam tenda basah. Tampak beberapa pengungsi sedang menjemur tikar dan peralatan lainnya yang basah disiram hujan. Selain itu hampir semua tenda yang ada di pengungsian tersebut telah rusak dan lapuk.

Di tenda

Harapan Pj Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin yang mengatakan bahwa dalam bulan puasa para pengungsi tidak lagi berada di tenda, tidak menjadi kenyataan. Bahkan sampai sejauh ini ratusan KK pengungsi Kota Banda Aceh masih tinggal di tenda lusuh. Sebelumnya, Pj Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin menjanjikan, memasuki bulan suci ramadhan, tak ada lagi guru dan masyarakat korban tsunami yang tinggal di bawah tenda.

Namun katanya, untuk mengembalikan pengungsi ke rumah masing-masing masih kesulitan. Pemko Banda Aceh tidak memiliki dana yang cukup untuk memulangkan mereka, karena sebagian pengungsi itu sudah tidak memiliki lagi rumah, katanya ketika berdialog dengan dewan guru SMA Negeri 3 Banda Aceh, Senin 26 September lalu.(aya/ar)

Post Date : 09 Oktober 2005