Menoreh Terancam Kekeringan

Sumber:Koran Sindo - 23 Juni 2009
Kategori:Kekeringan

KULONPROGO(SI) – Ancaman kekeringan di awal musim kemarau, meluas di Perbukitan Menoreh.Sejumlah warga yang tinggal di Kecamatan Kokap,mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebab, sarana pengolah air baku dari Waduk Sermo belum bisa berfungsi. Tokoh masyarakat Kecamatan Kokap, Sutrisno menuturkan, memasuki musim kemarau ini sejumlah mata air alami dan sumur warga sudah tidak banyak menghasilkan air bersih. Rembesan air yang banyak ditampung di beberapa belik dalam kondisi kering.

Hal ini mengakibatkan saluran air ke rumah penduduk tidak lagi berfungsi. Warga yang tinggal di puncak bukit kini mulai turun ke kaki bukit untuk mendapatkan air. Mereka harus berjalan hingga beberapa kilometer untuk mendapatkan air dari mata air yang masih mengeluarkan air.“Beberapa pedukuhan di Kalirejo dan Hargowilis, sudah mulai kesulitan mencari air bersih,”ungkap Sutrisno.

Menurutnya,kondisi seperti ini memang sering terjadi di musim kemarau. Warga tidak mungkin membuat mata air baru dengan sumur.Meskipun sudah menggali cukup dalam,air sumur tetap tidak keluar.Untuk memenuhi kebutuhan ini,biasanya warga membeli air bersih dari PDAM.Air ini kemudian ditampung dalam bak penampungan.“

Kondisi geografisnya memang kurang mendukung,saat musim kemarau sulit air,namun saat musim penghujan rawan longsor,” katanya. Kepala Desa Hargowilis Dalijan dikonfirmasi terpisah,menyatakan, warga hanya mengharapkan realisasi dan operasional dari sarana penyaluran air baku (PAB) yang diambilkan dari Waduk Sermo.

Insatalasi PAB, kata dia, sebenarnya sudah terpasang hingga di sekitar pemukiman warga.Hanya saja sarana ini masih dibiarkan mangkrak dan belum bisa difungsikan. Pemerintah desa tidak mungkin membiayai operasional yang nilainya diperkirakan mencapai Rp100.000 per hari. Nilai itu baru untuk memenuhi kebutuhan solar untuk mengerakkan mesin diesel saja.

“Desa tidak mampu membiayai, apalagi kalau sampai swadaya masyarakat jelas tidak mampu,” tuturnya. Kabid Sosial Dinas SosnakertransUntung Waluyomengakuhingga kini pihaknya belum mempunyai persiapan untuk penanganan bencana kekeringan ini. Sebab, penanganan ini baru dilimpahkan dari bagian Kesra Setda secara informal saja.

“Kita belum bisa estimasi anggaran untuk ini,tetapi untuk tahun depan akan kita pikirkan,” jelasnya. Biasanya,pemkab akan mengalokasikan dana tanggap bencana untuk penanganan seperti itu. Dana ini ada di pos setda, atau di pos bupati menggunakan pos dana tak terduga. (kuntadi)



Post Date : 23 Juni 2009