Pasien Diare Membludak

Sumber:Indo Pos - 16 Mei 2006
Kategori:Sanitasi
MADIUN - Orangtua hendaknya lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan lebih ketat mengawasi higienis makanan yang dikonsumsi anak. Pasalnya, diare mulai menyerang, terutama pada balita. Di RSUP Dr. Soedono Madiun, selama tiga hari terakhir, jumlah pasien diare mengalami peningkatan signifikan. Akibatnya, ruang perawatan anak, tak mampu menampung pasien. Sehingga, ada yang terpaksa menjalani perawatan di luar rungan dengan menggunakan gledekan tidur."Sudah 12 balita dalam tiga hari ini yang dirawat karena mengalami diare, terang Ratih, salah seorang perawat, Ruang Melati RSUP Dr. Soedono Madiun.

Peningkatan jumlah pasien diare pada balita ini, diperkirakan karena kurangnya pengawasan terhadap perilaku anak. Selain itu, kebersihan lingkungan dan tingkat higienis makanan juga menjadi faktor utama penyebab diare."Kebanyakan pasien berusia di atas satu tahun. Pada usia itu anak-anak sudah mulai bisa berjalan dan menggigit benda-benda di sekitarnya. Makanya si ibu harus memberikan pengawasan ekstra terhadap buah hatinya yang masih balita. Jangan dibiarkan saja," ungkapnya.

Menurutnya, jumlah pasien diare yang mengalami peningkatan selama tiga hari ini, mengakibatkan perawatan pada sejumlah pasien terpaksa dilakukan di luar ruangan."Padahal pasien sudah kita sebar di semua ruangan. Tapi karena banyak yang belum keluar, jadi sementara sebagian pasien ditempatkan di luar ruangan," katanya.

Rawat inap yang dilakukan bagi pasien diare, lanjutnya, tidak terlalu berat. Rata-rata pasien hanya dirawat selama tiga hari. Perawatan dilakukan sebatas pada pemberian cairan infus untuk mengganti jumlah cairan tubuh yang banyak keluar."Selain itu kita melakukan upaya penghentian keluarnya cairan tubuh berlebihan. Jadi kurang lebih tiga hari perawatan, pasien sudah bisa pulang," paparnya.

Dikatakan, diare dapat diatasi dengan cairan oralit atau air putih yang dicampur garam dan gula."Jangan sampai melakukan pemijatan tubuh, khususnya bagian perut. Karena bisa berakibat fatal pada kondisi kesehatan anak. Bila buang air besar tidak bisa dihentikan segera bawa ke rumah sakit terdekat, biar tidak kehabisan cairan tubuh," ujarnya.

Menjaga lingkungan dan makanan tetap dalam kondisi yang bersih dan steril juga menjadi salah langkah pencegahan diare. Sebab penyakit diare umumnya berasal dari makanan yang tidak bersih ataupun lingkungan sekitar yang kotor."Penyebar utama diare adalah lalat. Lalat ini biasanya datang dari tempat-tempat yang kotor, kemudian hinggap di makanan yang di konsumsi sehari-hari," pungkasnya. (cw2/irw)

Post Date : 16 Mei 2006