Sampah Banjir Jakarta 8 Ribu Ton

Sumber:Jurnal Nasional - 30 Januari 2013
Kategori:Sampah Jakarta

BANJIR yang merendam Jakarta selama satu minggu meninggalkan sampah hingga 8.906 ton atau bertambah 1.067 ton per hari dari produksi sampah di DKI Jakarta yang mencapai 5.300-6.300 ton per hari pada waktu normal.

Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Unu Nurdin, mengatakan, peningkatan sampah yang terjadi pascabanjir tidak bisa dibersihkan secara menyeluruh. "Semua dilakukan bertahap, karena truk sampah yang kami miliki sangat terbatas," kata Unu usai menghadiri rapat paripurna, Selasa (29/1).

Berdasarkan data Dinas Kebersihan DKI, jumlah truk yang dimiliki DKI hanya 523 unit. Untuk mengangkat semua sampah banjir, pihaknya menyewa truk tronton dari swasta. "Kapasitas truk yang kami miliki kurang mumpuni. Perlu truk tambahan. Setidaknya, satu wilayah membutuhkan 50 tronton," ujarnya.

Diungkapkan, sampah sisa banjir paling banyak di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Karena wilayah tersebut merupakan hilir Sungai Ciliwung. Menurutnya, sampah itu adalah hasil perilaku buruk masyarakat. "Bukan dari langit," katanya.

Namun, tumpukan sampah ini belum bisa dibersihkan karena APBD baru diketok palu. Selain itu, penanganan sampah di DKI memang belum terintegrasi. "Dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri, Dinas Kebersihan hanya menangani sampah di jalan raya, diangkut ke TPS hingga ke Bantar Gebang," katanya.

Saat ini, ada 19 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengurusi sampah Jakarta. Seperti: sampah di taman dibersihkan oleh Dinas Pertamanan, sampah di kali oleh Dinas Pekerjaan Umum, dan sampah di rumah susun menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan DKI. "Ini kurang efektif. Gubernur mencanangkan integrasi pengamanan sampah, termasuk sampah di tingkat kelurahan. Ada seksi kebersihannya," katanya.

Integrasi dilakukan April atau Juli. Saat itu pengelolaan sampah secara total akan dilakukan oleh Dinas Kebersihan. Menurut Unu, fasilitas penanganan sampah dan transportasi dari TPS sementara hingga ke Bantar Gebang belum baik. "Jangan salahkan Dinas Kebersihan jika penanggulangan sampah lamban. Kalau fasilitasnya sudah oke, dan transportasi ke Bantar Gebang juga oke, bolehlah saya disalahkan," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan prihatin melihat kondisi kali yang dipenuhi sampah perabotan warga. Perabotan itu terbawa air saat banjir melanda Ibu Kota beberapa waktu lalu. Menurutnya, Jakarta memerlukan truk sampah dalam jumlah lebih banyak setiap tahun. "Kami masih kekurangan alat pengangkut sampah untuk seluruh Jakarta. Tahun ini akan beli lagi. Kira-kira 100-150 truk," katanya. Fauzan Hilal



Post Date : 30 Januari 2013