Sejak Bulan Januari, 334 Warga Jakpus Alami Diare

Sumber:Suara Pembaruan - 14 Februari 2005
Kategori:Sanitasi
JAKARTA - Masyarakat diminta waspada terhadap penyakit diare. Warga Jakarta Pusat yang telah terkena diare sejak Januari 2005 tercatat sedikitnya 334 orang, atau lebih dari dua kali lipat penderita demam berdarah dengue (DBD) yang berjumlah 137 orang.

Demikian dikatakan Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat (Sudin Kesmas) Jakarta Pusat Sugandi, Senin (14/2).

Menurutnya, penyakit diare harus diwaspadai pada musim hujan, terutama dengan terjadinya banjir dan lingkungan yang kotor akibat tumpukan sampah. Hal itu terlihat dari banyaknya penderita dari tiga wilayah, yang tercatat sebagai kawasan yang mengalami banjir, yaitu Kelurahan Petamburan, Karet Tengsin, dan Bendungan Hilir.

Meski telah dilakukan sosialisasi sebelumnya, namun penyakit diare sendiri tidak bisa dihindari. Antara lain dengan melemahnya kondisi tubuh dari para pengungsi yang tertimpa banjir, serta tidak hati-hatinya warga dalam mengonsumsi makanan.

Perhatian warga Jakarta belakangan ini lebih banyak pada DBD. Padahal banyak penyakit yang seharusnya lebih diwaspadai setelah terjadinya musim hujan, seperti lestopirosis, dan diare. Sementara puncak penyebaran DBD baru setelah musim hujan berakhir.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan hingga Senin, terus didatangi oleh para penderita diare. Sebagian pasien terpaksa dirawat di lorong rumah sakit karena seluruh kapasitas di ruang perawatan Kelas III yang hanya berjumlah 33 tempat tidur telah penuh. Tercatat 27 pasien diare yang dirawat, dengan 24 diantaranya anak-anak.

Menurut Kepala Bagian Keperawatan RSUD Tarakan Atiyah, saat ini telah disiapkan 50 tempat tidur lipat untuk mengantisipasi lonjakan pasien tidak mampu yang menderita baik DBD, diare, maupun lestopirosis. Pasien diare bisa dibebaskan asal memiliki kartu keluarga miskin. (B-14)

Post Date : 14 Februari 2005