Siaga Banjir dan Tanah Longsor

Sumber:Kompas - 14 November 2012
Kategori:Banjir di Jakarta
Jakarta, Kompas - Memasuki musim hujan, banjir dan longsor kembali mengancam. Lebih dari 50 persen kabupaten dan kota di Indonesia memiliki indeks ancaman bencana banjir dengan kategori sedang dan tinggi.
 
”Provinsi berpotensi banjir tinggi pada Desember 2012 hingga Januari 2013 adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi, Selasa (13/11). Sebanyak 23 provinsi di Indonesia rentan banjir.
 
Sementara daerah rawan tanah longsor pada November 2012, menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), antara lain di Provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Banten, Jabar, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Bali, Gorontalo, dan Kalimantan Selatan.
 
Adapun wilayah utara di Banten dan Jawa bagian barat juga diprediksi hujan lebat disertai angin kencang hingga 15 November 2012. Wilayah yang berpotensi sama diperkirakan akan terjadi di hampir seluruh wilayah Kalimantan.
 
Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Sugeng Triutomo mengatakan, berdasar kejadian tahun sebelumnya, beberapa kawasan mendapat pantauan khusus terkait ancaman banjir dan tanah longsor. Di antaranya DKI Jakarta, Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo (Jateng dan Jatim), banjir lahar hujan Merapi (Jateng dan Yogyakarta), daerah Jratunseluna (Jateng), banjir lahar hujan Semeru (Jatim), banjir Sungai Citarum (Jabar), longsor sekitar Gunung Bawakaraeng (Sulsel), dan ancaman banjir air asam dari Kawah Gunung Ijen (Jatim).
 
Sugeng menyebutkan, banjir merupakan bencana paling kerap terjadi dan berulang. Sepanjang tahun 1815 hingga 2012, banjir melanda Indonesia 4.291 kali dan menelan korban 18.615 jiwa.
 
Korban bencana banjir ini lebih besar dibandingkan dengan gempa bumi yang dalam kurun sama terjadi 428 kali dan menewaskan 15.568 jiwa. Letusan gunung api 123 kali menewaskan 78.598 jiwa.

Siapkan dana
 
Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, untuk mengantisipasi banjir dan longsor telah disiapkan dana siap pakai Rp 200 miliar. Jika dana habis, BNPB dapat menambahkan dari dana cadangan penanggulangan bencana.
 
”Dana siap pakai itu dapat digunakan untuk penanganan darurat,” katanya. (AIK/NAW)


Post Date : 14 November 2012