Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT

Aplikasi e-Survey Survey AMPL Berbasis Rumah Tangga


Daftar milis_ampl


BUKU KALAU SULIT DILAWAN JADIKAN KAWAN

11 Juni 2014
Dibaca : 698 kali


BUKU KALAU SULIT DILAWAN JADIKAN KAWAN

Basah Hernowo (Direktur Permukiman dan Perumahan, Bappenas), selaku Ketua Pokja AMPL

Jakarta : Pokja AMPL, Edisi Pertama November 2007

iv, 60 hal ; 25 cm

 

Pengelolaan sampah bukanlah sesuatu yang mudah dan murah. Sampai saat ini belum semua kota dan kabupaten benar-benar mampu mengelola 100% sampahnya dengan baik.Jumlah sampah yang terus meningkat dan semakin beragam membuat beban pemerintah semakin bertambah. Oleh karena itu, pola pengelolaan sampah terpadu harus direalisasikan. Pola tersebut mengharuskan adanya peran seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang optimal, termasuk mereka yang selama ini berperan melakukan pemanfaatan sampah sebagai mata pencahariannya.

Buku ini berisi informasi yang mendasar tentang sampah dan konsep pengelolaannya yang dirasakan tepat saat ini, dan terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama, Berkawan Dalam Keterpaduan, memperkenalkan gagasan memperlakukan sampah sebagai sumberdaya daripada sesuatu yang harus dibuang.

Bagian kedua, Awalnya,Jangan Sampai Punya Banyak Lawan, bagian ini mengajak pembaca untuk mempelajari cara-cara untuk mencegah terjadinya sampah, Bagian ketiga, Mengenali Kawan, memperkenalkan istilah-istilah seperti sampah layak jual di Indonesia, serta peran serta sektor informal dan usaha kecil menengah. Bagian kempat bertajuk Kawan Dilebur,Kawan Dibentuk, menjelaskan proses daur ulang beberapa jenis bahan. Bagian selanjutnya,Yang Busuk Yang Bermanfaat, proses pembuatan kompos dari sampah organik.

Terakhir, buku ini memperkenalkan konsep menggunakan sampah sebagai sumber energi listrik, dalam bagian berjudul Dari Sampah Jadi Energi. Diharapkan bagian ini memberi harapan dan pandangan baru bahwa sampah tidak selamanya membawa petaka. Lebih baik berkawan dengan sampah daripada terus menerus memeranginya. Selamat membaca. (riawati)

Share