Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT



Ghana Terancam Gagal Penuhi Target MDGs

15 Januari 2013
Dibaca : 845 kali

Begitulah kalimat awal yang tertera pada artikel di salah satu website ternama asal negara tersebut

Seperti yang dilansir GBN.com, kegagalan Ghana dalam mencapai target MDGs hanya disebabkan oleh satu masalah yaitu kondisi sanitasi buruk. Bahkan, tiap tahunnya negara yang terletak di kawasan Afrika Barat ini harus rela kehilangan 420 juta Cedi atau setara dengan Rp227 juta akibat keadaan sanitasi yang tidak layak. 

GBN menuliskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh program Air dan Sanitasi Bank Dunia, setidaknya sampai 2010 lalu 4,8 juta penduduk Ghana dilaporkan  masih melakukan praktek buang air secara terbuka. Sementara, 16 juta penduduk lainnya menggunakan toilet bersama.

Dalam sambutannya di salah satu konferensi kesehatan, Profesor Oheneba Sakyi, Direktur Perguruan Tinggi Jarak Jauh mengatakan, membangun sanitasi memang merupakan satu tantangan besar yang harus dihadapi Ghana. Terlebih, saat ini urbanisasi tengah berkembang begitu pesat. 

Selain itu, Ghana juga diketahui memiliki kelemahan secara institusional maupun dalam kebijakan perencanaan fisik. “Bahkan, semua ini telah menyebabkan pesatnya pertumbuhan pemukiman kumuh dengan akses air minum dan kondisi sanitasi buruk di Ghana,” ujarnya pada acara konferensi  tersebut.

Sakyi menerangkan, selain mengakibatkan kerugian negara buruknya kondisi sanitasi juga menyebabkan menurunya angka kesehatan warga. Hal ini dapat terlihat dari tingginya angka laporan harian terhadap kasus diare dan malaria. 

“Bukan hanya itu, secara tidak langsung buruknya kondisi sanitasi juga bisa menurunkan kualitas generasi muda di negara ini,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, walaupun membenahi sanitasi merupakan suatu hal yang sulit dilakukan, namun semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat kini harus saling bekerjasama untuk membenahi keadaan sanitasi yang tidak layak tersebut.

“Pasalnya, bila sampai saat ini tidak dilakukan pembenahan, maka bukan tidak mungkin kedepannya Ghana bisa gagal untuk memperoleh target MDGs pada 2015 mendatang,” katanya.

Menurut Sakyi, salah satu langkah awal yang dapat dilakukan ialah dengan membenahi limbah rumah tangga. Dalam hal ini pemerintah Ghana disarankan untuk membuat peraturan lebih tegas terkait pembuangan sampah.

Bukan hanya Sakyi, pembenahan sanitasi di Ghana juga disampaikan oleh Profesor Samuel Date Bah, Ketua Dewan Universitas Ghana.

Menurutnya, pembenahan sanitasi di Ghana harus segera dilakukan, sebab berdasarkan data terakhir banyak penduduk meninggal dunia tiap tahunnya akibat penyakit terkait sanitasi. 

“Salah satu bukti konkritnya yaitu ada 1,6 juta masyarakat yang meninggal di Ghana tiap tahunnya akibat penyakit kolera ,” ungkap Bah pada acara konferensi yang bertajuk “Peningkatan Air dan Sanitasi adalah Kunci Masa Depan  Kesehatan Bangsa”.

Bah menyampaikan, untuk membenahi sanitasi semua pihak harus turut andil. “Karena, bila kesadaran masyarakat tidak dibarengi dengan ketersediaan sarana yang baik dari pemerintah, maka semua perbaikan sanitasi ini akan berjalan sia-sia,” ungkapnya. 

Sementara itu, Enoch Teye Mensah, Menteri Sumber Daya Air dan Pembangunan menuturkan bahwa pemerintah Ghana hingga saat ini terus berupaya untuk memperbaiki kondisi sanitasi di negara tersebut. 

“Selain terkait pencapaian MDGs pada 2015, peningkatan kondisi sanitasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat dan memperbaiki keadaan bangsa,” pungkasnya  dalam acara konferensi kesehatan itu. Cheerli

Share