Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT



IWWEF 2013 : Sinergikan Semua Sumber Daya Untuk Pencapaian MDGs

15 Januari 2013
Dibaca : 1170 kali

 

Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) dan Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) kembali menyelenggarakan Indonesia Water & Wastewater Expo & Forum (IWWEF) yang ke-2. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari, tanggal 15-17 Januari 2013 di Bidakara, Jakarta.

Dengan mengusung tema “Sinergikan Semua Sumber Daya untuk Mempercepat Pencapaian MDGs”, IWWEF II  ini sukses dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Budiono. Selesai membuka dan memberi sambutan, Wapres mengunjungi area pameran dengan didampingi Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto; Menteri Keuangan, Agus Martowidjojo, dan Wakil Gubernur  DKI Jakarta, Basuki Purnama atau biasa dikenal dengan sebutan Ahok. 

Area pameran yang dikunjungi pertama kali adalah booth milik kementerian terkait yang memang bersinergi dalam pembangunan air minum dan sanitasi, yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri . 

Talkshow dan Diskusi Menteri

Acara dilanjutkan dengan talkshow yang menghadirkan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana; Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto; Menteri Keuangan, Agus Martowidjojo; dan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi sebagai narasumber dan dimoderatori oleh presenter berita ternama, Isyana Bagus Oka. 

Talkshow ini diantaranya membahas mengenai seberapa jauh pembangunan sektor air minum dan air limbah dalam pencapaian target MDGs. Apa saja kebijakan dan upaya yang telah dilakukan para pemangku keputusan untuk mendukung percepatan pencapaian target tersebut.

Terdapat beberapa masalah yang akhirnya mengemuka, diantaranya adalah mengenai pemekaran daerah yang berimbas pada keberadaan PDAM setempat. Seringkali PDAM yang daerahnya mengalami pemekaran menjadi bermasalah. “ Seharusnya  terdapat kerjasama  antara PDAM daerah pemekaran yang baru, dengan PDAM daerah induk asalnya”, kata Gamawan Fauzi. Pernyataan tersebut disambut oleh Agus Martowidjojo “ Iya, benar. Dihimbau bagi PDAM yang berada instalasinya kebetulan berada di daerah pemekaran, jangan hanya mau menerima alat-alat instalasinya saja tapi tidak mau menrima utang-utangnya”. (Kelly)

Share