Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT



Membangun Sanitasi Dari Sekolah

18 Desember 2012
Dibaca : 7976 kali

Sebagai wadah pendidikan, sekolah memang merupakan tempat paling pas untuk memberikan pengetahuan akan kebersihan dan kesehatan kepada anak.

Apalagi, kini sebagian besar anak menghabiskan waktunya di sekolah, baik untuk belajar maupun bermain. 

Kendati demikian, sangat disayangkan sampai saat ini kesehatan sekolah belum banyak dilirik maupun diperhatikan. Padahal, potensi sekolah untuk mempromosikan kesehatan, termasuk kebersihan sanitasi sangat besar. 

Menyadari pentingnya hal itu, para pelaku pembangunan sanitasi nasional telah menjadikan sekolah sebagai sasaran potensial untuk promosi. Salah satunya, dengan menggulirkan program “Sanitasi Sekolah” yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian pihak sekolah dalam kepedulian sanitasi, serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat. 

Nugroho Tri Utomo, Direktur Pemukiman dan Perumahan, Kementerian Bappenas mengatakan, program Sanitasi Sekolah akan meningkatkan akses sanitasi untuk para pelajar SD dan SMP se-Indonesia. 

Menurut Nugroho, selain mendukung upaya mempercepat pembangunan sanitasi. Langkah ini juga bertujuan untuk mengedukasi generasi muda akan pentingnya sanitasi. “Kondisi perbaikan sanitasi harus optimal, ada 55 juta pelajar SD dan SMP yang bisa digarap bersama melalui Sanitasi Sekolah,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Nugroho menambahkan, berdasarkan pengalaman yang dilaksanakan UNICEF di Lombok, menunjukkan bahwa program Sanitasi Sekolah dapat mempengaruhi orang tuanya untuk memiliki jamban di rumah karena terpicu pendidikan higiene yang diajakan guru di sekolah.

“Untuk itu, kampanye dan advokasi perubahan perilaku higiene siswa-siswi sekolah dapat dijadikan pintu masuk bagi perubahan perilaku bagi masyarakat pada umumnya,” paparnya. 

Pentingnya program sanitasi sekolah juga disepakati oleh sejumlah kementerian yang hadir dalam workshop Sanitasi Sekolah yang diadakan pada Juni 2012 lalu. 

Dalam forum workshop Sanitasi Sekolah yang diselenggarakan Pokja AMPL, Syukrul Amien, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan, program Sanitasi Sekolah merupakan wujud dari upaya menjadikan anak sekolah sebagai agen perubahan untuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). 

“Sebab, perubahan perilaku adalah kunci keberhasilan sanitasi, karena sanitasi tidak hanya tentang infrastruktur,” ungkapnya. 

Syukrul menuturkan, harapan utama dari hal tersebut ialah agar dapat menjadikan generasi muda sebagai agen pembangunan bangsa yang berkualitas dan peduli kebersihan serta kesehatan lingkungan. 

Pendapatan senada pun diungkapkan oleh Wilfred Purba, Direktur Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan. Menurutnya, murid sekolah adalah sarana pemicu yang baik bagi keluarga dan lingkungannya dalam hal sanitasi. “Makanya, Sanitasi Sekolah dapat menjadi program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat,” katanya. 

Dukungan terhadap Sanitasi Sekolah juga dinyatakan oleh Elfira, Kasubdit Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam hal ini, Elfira sepakat bahwa program Sanitasi Sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sarana sanitasi pada sejumlah sekolah di Tanah Air.

“Program tersebut juga dapat diandalkan sebagai sarana edukasi terhadap budaya hidup bersih dan sehat,” imbuhnya. 

Elfira menjelaskan, untuk mendukung program Sanitasi Sekolah dalam waktu dekat ini Kemendikbud meluncurkan Gerakan Nasional Penguatan Pelaksanaan Pendidikan Karakter yang di dalamnya ada Gerakan Nasional Bersih Negeriku (Sekolah Bersih). Selain itu, Kemendikbud juga akan terus mengalakkan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Dengan itu, Kemendikbud berharap sampai 2014 terdapat 5.280 sekolah bersih dan sehat dengan sanitasi memadai, yang dinilai dari ketersediaan toilet laki-laki dengan rasio 1:40 dan perempuan 1:25,” pungkasnya.  Cheerli

Share