Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT

Aplikasi e-Survey Survey AMPL Berbasis Rumah Tangga


Daftar milis_ampl


Resensi : Buku Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan

11 Agustus 2014
Dibaca : 4383 kali

Dr.Ir.Suripin, M.Eng

Yogyakarta: Andi, 2004

Xxii + 386 hal ; 23 cm  

 

Perkotaan merupakan pusat segala kegiatan manusia, pusat produsen, pusat perdagangan, sekaligus pusat konsumen. Di daerah perkotaan tinggal banyak manusia, banyak terdapat fasilitas umum, transportasi, komunikasi, dan sebagainya. Saluran drainase di daerah perkotaan tidak hanya menerima air hujan, tetapi juga air buangan (limbah) rumah tangga dan limbah pabrik. Hujan yang jatuh di wilayah perkotaan kemungkinan besar terkontaminasi, yang berasal dari udara (asap, debu, uap, gas, dll), bangunan dan/atau permukaan tanah. Setelah melewati lingkungan perkotaan, air hujan, dengan atau tanpa limbah domestik, membawa polutan ke badan air.

Konsep dasar pengembangan drainase berkelanjutan adalah mengelola limpasan permukaan dengan cara mengembangkan fasilitas untuk menahan air hujan (rainfall retention facilities). Berdasarkan fungsinya, fasilitas penahan air hujan dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu tipe penyimpan (storage types) dan tipe peresapan (infiltration types).

Selain itu, fasilitas penyimpan air hujan diluar lokasi (off site storage) berfungsi mengumpulkan dan menyimpan limpasan air hujan di ujung hulu saluran atau tempat lain dengan membangun retarding basin atau kolam pengatur banjir (flood regulation pond). Sedangkan, penyimpanan di tempat (on site storage) dikembangkan untuk menyimpan air hujan yang jatuh di kawasan itu sendiri (hujan lokal) yang tidak dapat dibuang langsung ke saluran karena tidak mampu menampung atau karena adanya pengaruh air balik (back water).

Fasilitas penyimpanan tidak hanya berupa bangunan atau lahan khusus, tetapi juga dapat memanfaatkan lahan terbuka yang ada, misalnya tempat parkir, lapangan olah raga,atau taman yang dirancang multi fungsi. Pada kawasan yang sangat padat, kolam tandon dapat ditempatkan di bawah bangunan (basement), khususnya untuk bangunan bertingkat tinggi. Fasilitas ini berfungai untuk mengontrol parameter debit puncak dan waktu penuntasan.

Buku ini disusun dengan maksud sebagai alat bantu mengajar dan referensi bagi mahasiswa, praktisi, serta pengambil keputusan yang terkait dengan bidang drainase. Pengarang berharap buku ini nantinya dapat membantu pemahaman pembaca terhadap ilmu yang mendasari teknik drainase, yaitu hidrologi, hidrolika, dan analisis ekonomi. (Riawati)

Share