Feses Menjadi Tumpuan Hidup Seorang Pria di India

06 Oktober 2014
Dibaca : 2135 kali

Di India, masalah sanitasi menjadi perhatian utama pemerintahnya. Masyarakat India dinilai masih minim kesadaran terhadap kebersihannya, hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa rumah di India masih belum ada toilet.

Berbagai studi menunjukkan setidaknya hampir 50 persen populasi di India tidak memiliki akses terhadap toilet. Akibatnya banyak masyarakat masih buang air besar di tempat terbuka, bahkan di tengah kota sekalipun.

Untuk menjaga kebersihan kota, maka disewalah orang-orang seperti Ganesh Shinde (42) yang menyebut pekerjaannya sebagai “pemulungan manual”. Pekerjaannya mengharuskan Shinde untuk memungut feses yang berceceran di tempat di mana tidak ada sistem sanitasinya.

“Tentu saja saya tidak menyukai pekerjaan ini. Tapi saya harus memberi makan keluarga saya,” ujar Shinde seperti dikutip dari CNN, Sabtu (4/10/2014).

Shinde yang telah menjalani profesi ini sejak tahun 2007 mengaku awalnya ia merasa berat bekerja, namun pada akhirnya ia kini sudah terbiasa. Dengan sapu di tangan, Shinde bekerja bersama rekannya sejak pukul 6:30 pagi, selama tujuh hari dalam seminggu. Penghasilannya dalam sehari sekitar Rp 60.000.

Seringkali para pemulung feses harus masuk ke lubang got dengan perlengkapan minim seadanya untuk membersihkan sumbatan. Sebelum turun bekerja, tidak jarang para pemulung minum seteguk alkohol terlebih dahulu.

“Mereka harus mengebaskan indra mereka. Bagaimana lagi caranya agar mereka bisa tahan bau?” kata Shinde

Harapan hidup diantara pemulung menunjukkan angka yang rendah. Banyak dari pemulung feses menderita asma, infeksi kulit dan tuberculosis dari tempat kerja. Ratusan dilaporkan meninggal akibat pekerjaan ini setiap tahun. Menurut organisasi penelitian dari Mumbai, Tata Institute of Social Sciences (TISS), 80% dari para pemulung feses meninggal sebelum mereka berusia 60 tahun karena masalah kesehatan.

Shinde yang telah berkeluarga dengan satu orang putri mengatakan dirinya tidak punya pilihan lagi. Namun satu hal yang pasti ia ingin agar putrinya menamatkan sekolah dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

“Saya tidak punya pilihan lagi, mungkin ini takdir saya,” tutup Shinde.

Berkaitan dengan hal tersebut, Perdana Menteri India Narendra Modi berharap India dapat terbebas dari sanitasi yang buruk dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Pada tanggal 2 Oktober 2014, Narendra meluncurkan gerakan nasional Clean India untuk mengatasi masalah sanitasi di India. Narendra adalah perdana menteri pertama di India yang menjadikan isu kebersihan sebagai masalah.

Sumber: Link

Share