Kebutuhan Air Meningkat, Air Hujan Bisa Jadi Solusi

24 April 2015
Dibaca : 3836 kali

Semakin hari kebutuhan air masyarakat kian mengalami peningkatan, salah satu penyebabnya ialah karena bertambahnya jumlah penduduk.

Ashley King, perwakilan USAID mengatakan, kondisi tersebut perlu diperhatikan. Sebab saat ini, pasokan sumber air baku di Indonesia sudah mengalami perubahan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas yang mengalami penurunan.

Menurutnya, terbatasnya sumber air ditengah makin meningkatnya kebutuhan masyarakat merupakan dampak dari perubahan iklim yang harus segera ditangani.

 “Dampak perubahan iklim yang paling nyata dapat terlihat dari intensitas hujan yang tinggi dengan frekuensi yang tidak beraturan, sehingga rentan menyebabkan banjir atau longsor,” katanya pada acara Lokakarya IUWASH dalam IWWEF 2015.

Pada presentasinya, Ashley menerangkan ada sejumlah upaya efektif yang dapat dilakukan dalam menghadapi tatangan tersebut, misalnya dengan penanaman pohon atau membangun sumur resapan.

Kemudian, di akhir presentasinya dia menambahkan, dalam menghadapi perubahan iklim yang mempengaruhi pasokan air intergrasi penanganan yang baik dari banyak pihak sangat dibutuhkan.

Sejalan dengan Ashley, Direktur Permukiman dan Perumahan, Bappenas, Nugroho Tri Utomo pada acara  yang sama juga mengatakan bahwa intergrasi dan dukungan dari banyak pihak dalam menghadapi tantangan di sektor air dan sanitasi memang diperlukan.

 Terlebih, pada RPJMN 2015-2019 pemerintah telah menetapkan target akses universal air dan sanitasi, yang berarti pada akhir 2019 seluruh masyarakat di Indonesia harus mendapatkan akses air dan sanitasi layak.

“Setidaknya dibutuhkan penambahan akses sebesar 3% pertahun untuk mencapai target tersebut. Di sektor air minum sendiri, kurang lebih butuh penambahan layanan untuk 100 juta orang” katanya pada acara Lokakarya yang digelar di Ruang Bima, Bidakara, Jakarta (22/4).

Menurutnya, menetapan target tersebut bukan tanpa alasan yang kuat, namun karena Indonesia telah memiliki banyak modal untuk mencapai hal tersebut.

Kata Nugroho, dalam mengatasi tantangan di sektor air minum Pemerintah juga telah memiliki upaya andal, salah satunya melalui program Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM) yang memiliki 4 prinsip yaitu Jaga, Simpan, Hemat, dan Daur Ulang Air.  

Prinsip tersebut diterapkan melalui langkah strategis yaitu Bauran Air Domestik. Dimana, dengan perangkat tersebut nantinya pemerintah daerah dapat memanfaatkan seluruh sumber air baku yang ada di wilayahnya dengan efisien dan efektif.

Selain itu, melalui program ini masyarakat juga diarahkan dan diajak untuk memanfaatkan sumber air baku lainnya seperti pemanfaatan Sistem Penampungan Air Hujan (SPAH), sehingga penggunaan air tanah dapat berkurang yang nantinya bermanfaat untuk keberlanjutan lingkungan.

Dengan memanfaatkan air hujan, penggunaan air bersih akan lebih efisien. Apalagi, Indonesia memiliki intensitas curah hujan yang potensial. Cheerli

Share