Buku : Kita Bisa



Percik 2016



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



E-survey SABRT

Aplikasi e-Survey Survey AMPL Berbasis Rumah Tangga


Daftar milis_ampl


Gelaran Pelatihan Integrasi Sanitasi Sekolah dalam Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota

05 September 2017
Dibaca : 418 kali

UNICEF bersama dengan GIZ dan Kementerian PPN/BAPPENAS menggelar kegiatan “Pelatihan Integrasi Sanitasi Sekolah dalam SSK”yang diadakan pada 28 – 30 Agustus 2017di Hotel Ibis Arcadia, Jakarta. Kegiatan tersebut diadakan sebagai tindak lanjut sosialisasi sanitasi sekolah dalam kegiatan Kick Off PPSP tahun 2017 pada tanggal 14-15 Maret yang lalu di Jakarta.

Hadir untuk membuka sekaligus sebagai pengantar, Direktur Perkotaan, Perumahan dan Permukiman, BAPPENAS, Tri Dewi Virgiyanti. Dalam pemaparannya, Virgi menyampaikan bahwa sanitasi sekolah ini merupakan investasi besar untuk perubahan prilaku di masa mendatang.

“Terdapat kurang lebih 25 juta murid sekolah dasar di Indonesia, sebuah angka yang sangat menjanjikan sebagai investasi besar untuk perubahan perilaku di masa mendatang,” kata Virgi.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi dari sekolah yang cukup banyak belum memiliki sanitasi yang baik dan ideal.

“Hanya satu dari empat sekolah yang memiliki sanitasi baik. 9 persen rusak total, 8 persen rusak berat, 8 persen rusak sedang,dan 53 persen rusak ringan,” terang Virgi

Itu dari segi sarana dan prasarana di sekolah. Sementara untuk prilaku, menurut Virgi, hanya 12 persen anak usia 5 hingga 14 tahun yang mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar.

Kondisi ini tentu menuntut perhatian bersama dari berbagai pihak, karena terkait dengan target pencapaian universal akses, Virgi mengatakan ada 2 strategi untuk mencapai hal tersebut.

“Pertama dari segi fisik dan kedua dari segi non fisik. Faktor non fisik ini meliputi kelembagaan, regulasi dan perubahan prilaku. Pada perubahan prilaku, disini masuk dua langkah yaitu melalui pendekatan STBM dan sanitasi sekolah yang diperuntukkan pada perubahan perilaku usia dini,” kata Virgi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari  berbagai daerah seperti Kabupaten Flores Timur, Kota Samarinda, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kabupaten Luwu Utara. Daerah-daerah tersebut merupakan daerah hasil penjaringan minat dan telah diputuskan dalam rapat bersama untuk menjadi pilot integrasi sanitasi sekolah dalam dokumen strategi sanitasi kabupaten/kota (SSK).

Selain itu turut hadir juga daerah wilayah binaan UNICEF untuk strategi sanitasi sekolah UNICEF pada tahun 2016 yaitu, Kabupaten Biak, Kota Jayapura, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Untuk wilayah Provinsi Jawa Barat, sebagai wilayah program Fit for School dukungan GIZ, diwakili oleh Kota Cirebon, Kabupaten Garut dan Kota Bandung yang juga turut menjadi pilot untuk integrasi sanitasi sekolah dalam dokumen SSK.

Share