Buku : Kita Bisa



Percik 2016



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



E-survey SABRT

Aplikasi e-Survey Survey AMPL Berbasis Rumah Tangga


Daftar milis_ampl


Sanitarian : Pendekar Advokasi Untuk Surga Di Timur Matahari

09 Oktober 2017
Dibaca : 126 kali

 Kabupaten Alor yang di juluki Surga di Timur Matahari merupakan salah satu kabupaten dari 21 kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur dengan cakupan akses jamban belum mencapai 100%. Kabupaten Alor terdiri dari 17 Kecamatan dan 175 Desa/Kelurahan serta 26 Puskesmas yang tersebar di beberapa pulau merupakan tantangan tersendiri dalam pelaksanan STBM.

Selain itu, Alor merupakan sebuah kabupaten kepulauan dengan kondisi  geografis yang sulit, di mana untuk menjangkau wilayah desa bahkan dusun harus melalui bukit, gunung yang di kelilingi oleh lembah dan jurang serta karakteristik budaya, suku dan bahasa yang beragam, di mana masyarakat di Kabupaten Alor terdiri dari 12 suku dan mempunyai  42 bahasa

            Desa Ternate merupakan salah satu desa kepulauan di Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor yang merupakan desa destinasi wisata, karena memiliki keindahan laut serta hasil kerajinan tenun ikat yang unik.  Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebagai desa destinasi wisata, menjaga kondisi lingkungan yang sehat merupakan keharusan bentuk dukungan terhadap perkembangan pariwisata yang merupakan salah satu sektor pemasukan untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

            Kebiasaan masyarakat Desa Ternate melakukan BABS di tepi pantai, hutan dan buang sampah di sembarang tempat merupakan perilaku buruk masyarakat sehari-hari. Selain itu, kurangnya sarana air bersih di desa mengakibatkan sebagaian besar masyarakat mengakses air bersih dengan menggunakan perahu ke Pulau Alor dengan jarak tempuh 1 jam karena desa tersebut hanya memiliki 1 buah sumur gali sebagai sumber air bersih.

Melihat tantangan tersebut di atas, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama  dengan melakukan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi – tingginya di wilayah kerjanya sesuai dengan PMK RI No.75 Tahun 2014 Tentang Puskesmas.

 

            Di Puskesmas Ternate, Seorang Sanitarian bernama Sirilus Manek melakukan upaya pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan pemicuan STBM untuk memicu masyarakat merubah kebiasaan dan pola perilaku buang air besar sembarangan yang di mulai sejak tahun 2012.

            Hal ini dilaksanakan dengan mendapat dukungan penuh dari Kepala Puskesmas Ternate  Bapak H. Tahir Sengaji dan Fasilitator AMPL Kecamatan Alor Barat Laut Taufik Antoni. Pemicuan dilaksanakan dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat.

            Dalam upayanya memperjuangkan sanitasi di puskesmas Ternate, Sirilus Manek juga mendapat dukungan dari dukungan kerjasama Pemda Alor, Unicef melalui LSM CIS Timor dalam setiap tahapan yakni Pelatihan STBM, Pemicuan CLTS, Monitoring dan Verifikasi Desa ODF. Masyarakat mampu merubah perilaku BABS menjadi STOP BABS dengan membangun jamban pribadi serta sharing ke jamban tetangga.

Upaya dan kerja keras sanitarian dalam memfasilitasi dan mengadvokasi  semua stake holder, dan masyarakat yang ada,  sehingga pada tahun 2015 dan 2016 Desa Ternate dan Desa Pulau buaya menjadi bagian dari 110 desa/kelurahan di Kabupaten Alor yang mendeklarasikan diri sebagai desa ODF.

Sirilus Manek juga mampu mengadvokasi pemerintah Desa Ternate melalui Kepala Desa Rahman Kasim untuk memprioritaskan pembangunan sanitasi dalam dokumen RPJMDes tahun 2014 – 2019.  Hal ini terbukti dengan pengalokasian dana desa untuk mendukung sanitasi diwilayah  Desa Ternate berupa pembangunan tempat pembuangan sampah akhir di 3 titik lokasi dan 500 unit Profil Tank guna mendukung penyediaan Sarana Air Bersih bagi masyarakat.

 

Advokasi kepada Tokoh masyarakat.

 
Sanitarian Sirilus Manek menjadi salah satu sosok  yang berpartisipasi aktif membimbing masyarakat desa untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan selalu mencoba meyakinkan masyarakat akan pentingnya PHBS demi terjaminnya kesehatan bersama walaupun di daerah yang sulit sekalipun. Sanitarian Sirilus Manek merupakan pendekar sanitasi yang bekerja keras, pantang menyerah dan tulus dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Semoga kisah Sanitarian Sirilus Manek  menjadi pengalaman berharga, yang dapat menjadi motivasi untuk lahirnya pendekar-pendekar baru di bidang sanitasi. (Aisyah A Ima & Yosef Yusran)

 

Share