Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT

Aplikasi e-Survey Survey AMPL Berbasis Rumah Tangga


Daftar milis_ampl


Resensi : Menangani Banjir, Kekeringan, dan Lingkungan

23 September 2014
Dibaca : 1982 kali


Agus Maryono
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2005
xvii + 162 hal

Ketika musim hujan tiba, banyak daerah mengalami kebanjiran yang membuat jutaan hektar pertanian terancam gagal panen yang berakibat masyarakat mengalami kerugian besar. Disisi lain sejak awal September lalu, banyak media massa memberitakan dampak dari musim kemarau yang mulai dirasakan warga.

Di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah sedikitnya 120 desa yang terdapat di 15 kecamatan, masyarakatnya sudah kesulitan memperoleh air bersih dikarenakan sumur gali, sendang dan sungai yang berada di desa desa itu sudah mulai mengering bahkan sudah banyak warga yang membuat cerukan di sungai-sungai yang sudah mengering. Sementara, di Gunung Kidul sudah mengalami kekeringan selama tiga bulan terakhir ini, beberapa warga menjual hewan ternaknya untuk membeli air dari pihak swasta.

Permasalahan banjir ataupun kekeringan diyakini merupakan masalah yang sangat serius.  Untuk mengatasi permasalahan ini perlu diketahui faktor-faktor penyebab banjir, kekeringan secara menyeluruh. Adapun faktor-faktor tersebut adalah faktor iklim ekstrim (kemarau ekstrim dan hujan ekstrim), faktor penurunan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk di dalamnya faktor pola pembangunan sungai, faktor kesalahan perencanaan dan implementasi pengembangan kawasan, faktor kesalahan konsep drainase dan faktor sosio-hidraulik (kesalahan perilaku masyarakat terhadap komponen hidrologi-hidraulik).

Agus Maryoto dalam buku ini memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang sebuah konsep untuk membantu mengatasi permasalahan banjir dan kekeringan dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna.  Konsep tersebut adalah konsep integral eco hydraulic yang selama ini hanya diketahui oleh kalangan akademisi saja. Dengan menggunakan metode ecohydraulics yang bertitik tolak pada penanganan penyebab banjir secara integral.  Konsep ini memasukkan dan mengembangkan unsur ekologi atau lingkungan dalam penyelesaian banjir, kekeringan, dan lingkungan.

Perpaduan komponen-komponen ekologi dan fisik-hidra-ulik, hidrologi dan morpologi menjadikan konsep integral eco hydraulic banyak digunakan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris dan Jepang . konsep ini menghasilkan rekaya yang berkualitas dan mempunyai keberlanjuutan tinggi dalam mengatasi banjir dan kekeringan.

Melihat keberhasilan beberapa negara yang telah  melaksanakan konsep ini, tidak ada salahnya jika Negara kita pun mencoba mengadopsi konsep ini untuk mengatasi permasalahan banjir, kekeringan dan lingkungan.  Eka Subiyanti

 

Share