Percik 2016



Pedoman Pengukuran Capaian Pembangunan Perumahan Dan Permukinan Berbasis Hasil (Outcome)



Belajar Dari Champions



Buku dongeng KSAN



Buku : Kita Bisa



E-survey SABRT

Aplikasi e-Survey Survey AMPL Berbasis Rumah Tangga


Daftar milis_ampl


Resensi : Panduan Pelaksanaan Program RW Siaga Plus+, Integrasi Peningkatan Air Bersih, Sanitasi dan Perilaku Kebersihan untuk Menurunkan Kekurangan Gizi pada Balita:

18 Agustus 2014
Dibaca : 1902 kali

Buku 1 Pelaksanaan Promosi Perubahan Perilaku

Buku 2 Pelaksanaan Kegiatan Infrastruktur Air dan Sanitasi.

Tim RW Plus+ Mercy Corps
Jakarta: Mercy Corps, USAID, 2011
vi, 215 hal + gambar, 28 cm

Saat ini masih banyak ditemui masyarakat yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses terhadap air bersih dan kurang memadainya penggunaan tangki septik, sehingga limbah cair buangan dari tangki sepik tersebut tidak terkontrol dan mencemari lingkungan sekitarnya.  Apabila kedua hal itu tidak segera diselesaikan dengan baik, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat disekitarnya mengalami disentri, tipus, paratipus, kolera, gastroenteritis dan penyakit lainnya yang dapat tersebar melalui air dan kurangnya kebersihan.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, Mercy Corps bekerja sama dengan USAID mengembangkan sebuah program  dengan nama RW Siaga Plus+ yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat miskin di kawasan padat perkotaan Jakarta dan Bekasi melalui peningkatan akses ketersediaan air bersih dan memperbaiki sanitasi menjadi lebih baik, sehingga dapat mencegah menularnya penyakit yang menjadi penyebab utama angka kematian balita dan gizi buruk di Indonesia.

Melalui panduan yang terdiri dari dua buku ini, Mercy Corps menjelaskan secara gamblang kegiatan pelaksanaan promosi perubahan perilaku masyarakat dan pelaksanaan kegiatan infrastruktur air dan sanitasi. Sebelum melaksanakan program ini, dilakukan beberapa tahapan yang diawali dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada, yang kemudian dilakukan pengamatan secara langsung. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi di tingkat kecamatan, kelurahan dan RW yang terpilih. Tidak kalah pentingnya dari kegiatan ini adalah melaksanakan promosi perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, pembangunan infrastruktur air dan sanitasi, pemeliharaan dan perawatan fungsi dan sarana yang telah dibangun sesuai dengan kemampuan masyarakat serta diakhiri dengan monitoring dan evaluasi program.

Disini pun diuraikan secara praktis pemakaian dan perawatan sarana air bersih yang menitikberatkan kepada bagaimana agar masyarakat mendapatkan air bersih yang aman dan sesuai dengan peraturan pemerintah serta standar kesehatan; operasional dan perawatan proyek sanitasi program RW Siaga Plus+ 2011 yang membahas ketentuan-ketentuan mengenai pengoperasian  dan pemeliharaan serta cara pengerjaannya di lapangan; pedoman pembuatan filter air, tempat cuci tangan pakai sabun; dan pedoman pembuatan WC Umum dan Septik Tank Komunal Berbasis Masyarakat.

Semua kegiatan ini dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat perkotaan bidang air bersih dan sanitasi lingkungan yang berbasis masyarakat dengan membentuk kelompok kerja di lapangan. Peran dari kelompok kerja ini yaitu melakukan koordinasi, pendampingan dan pendekatan kepada masyarakat.

Buku panduan ini disusun sebagai acuan untuk berbagai pihak, baik dari kalangan pemerintah, swasta maupun masyarakat yang ingin mereplikasikan program RW Siaga Plus+ bagi kepentingan mereka.  Eka Subiyanti

Share