Jakarta Krisis Air Minum

Sumber:okezone.com - 26 Maret 2013
Kategori:Air Minum
Ketersediaan air baku (air bersih sesuai standar kesehatan) di Jakarta mulai mengalami krisis. Di mana, jumlah kebutuhan dan ketersediaan pasokan air di ibu kota tidak seimbang.

"Jakarta saat ini sedang menghadapi krisis air minum karena kebutuhan terhadap air minum meningkat sementara pasokan air baku relatif sama," ujar Ketua Forum Air Jakarta (FAJ), Sri Widayanto Kaderi dalam Diskusi 'Air Minum Jakarta Rawan Ketersediaan Air Baku' di Balai Agung, Kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/3/2013).

Data Pusat Kajian Sumber Daya Air Indonesia mencatat, defisit air di DKI mencapai 9.183 liter per detik atau hampir 10 meter kubik per detik. Dalam rilis yang diterima Okezone, Kementrian Pekerjaan Umum kini tengah berupaya menyediakan air bersih sebesar 9 meter kubik per detik secara bertahap yang akan dimulai 2015 sebesar 4 meter kubik per detik.

Selain itu, Kelompok Kerja Jejaring Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokjamencoba menerapan water safety plan atau Rencana Pengamanan Air, yakni program kesadaran pentingnya kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan air dari hulu ke hilir.

Sementara itu, Wakil Gubenur Basuki T Purnama (Ahok) menyarankan agar penanganan krisis air di Jakarta jangan hanya fokus pada penambahan air bersih, tetapi juga harus fokus pada penanganan kebocoran air yang mencapai 48 persen.

"Saya sudah bilang yang paling penting bukan bicara saja soal nambah air, sekarang kebocoran saja 48 persen. Anda mau menambah berapa? Kalau anda cuma mau nambah 10 persen, lebih cepat kita berbicara bagamana menahan kebocoran 48 persen," ujar Ahok usai pertemuan dengan Forum Air Jakarta (FAJ).

Selain penanganan kebocoran, Ahok menyebutkan masalah pencurian air juga harus bisa diselesaikan. Dia mengatakan pencurian air begitu banyak, termasuk pencurian secara resmi.

Ahok mencatat, orang yang kurang mampu dikenakan Rp1000 untuk 40 kubik air. "Nah sama orang masyarakat rendah ini dijual, sedangkan masyarakat di daerah lain tidak mampu menyambung, karena sambungan ini mahal. Saya minta ini diformulakan yang benar," tutur Ahok.
Sumber Foto : Dede/Okezone


Post Date : 26 Maret 2013