Warga Tempuh Jarak 10 Kilometer demi Air Bersih

Sumber:KOMPAS.com - 18 Sept 2014
Kategori:Air Minum
Puncak kemarau melanda seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Penduduk di wilayah pedalaman merasakan dampaknya dengan matinya sumur dan keringnya aliran sungai. 

Hal ini dialami warga Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar. Di desa tersebut, tepatnya di dusun Kabe'en Laok, warga harus menempuh jarak sampai 10 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Dusun Kabe'en Laok yang berjumlah 60 kepala keluarga harus mengeluarkan tenaga dan uang untuk mendapatkan air bersih. 

Suhari, salah satu warga Dusun Kabe'en Laok, mengatakan, untuk mendapatkan air bersih warga harus mencari ke luar Kecamatan Batumarmar, tepatnya di Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pegantenan. Untuk sampai ke dua kecamatan tersebut, mereka harus menggunakan kendaraan roda empat. 

"Warga di sini sewa mobil bak terbuka kemudian bersama-sama mengangkut air ke Kecamatan Pakong dan Pegantenan," kata Suhari. 

Air yang diangkut kemudian disimpan di dalam jeriken berukuran 25 liter. Air itu tidak didapatkan secara gratis, melainkan harus membeli kepada pemilik sumur bor. Sekali angkut, warga membeli sampai 200 liter. 

Bagi warga yang memiliki jumlah anggota keluarga banyak, membeli air menggunakan mobil tanki. Per tanki berukuran 5.000 liter dihargai Rp 250.000. Satu tanki itu cukup dipakai selama 10 hari. Itupun dengan pemakaian normal dengan mandi sehari dua kali. 

"Sudah sebulan ini dua kali saya membeli air pakai tanki. Harganya sama dengan satu gram emas," ungkap Hasbi, warga Dusun Klabe'en lainnya. 

Di Desa Bujur Barat, baru Rabu kemarin ada dropping air yang dilakukan Bupati Pamekasan langsung. Distribusi air tersebut tidak bisa menjangkau dusun Kabe'en Laok karena sulitnya medan jalan yang hendak ditempuh.


Post Date : 19 September 2014