Ini Cara Bekasi Atasi Sampah

Sumber:tempo.co - 12 Mei 2014
Kategori:Sampah Luar Jakarta
TEMPO.CO , Bekasi -Tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu milik Pemerintah Kota Bekasi sudah overload. Tak ada lokasi lain yang dijadikan tempat membuang sampah sehingga pemerintah setempat tetap membuang sampah di sana meski berisiko longsor.

"Persoalan sampah harus bisa diselesaikan di tingkat lingkungan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Ahad, 11 Mei 2014. Jika mengandalkan TPA tanpa ada pengolahan di tingkat warga, persoalan sampah tak akan dapat teratasi.

Pemkot Bekasi mulai membuat 112 lokasi tempat pengolahan sampah terpadu di lingkungan. Setiap kelurahan, terdapat dua TPST yang digunakan untuk mengolah sampah rumah tangga. "Dapat mengurangi beban sampah di masyarakat khususnya sampah rumah tangga," kata Rahmat. "Minimal mengurangi 20 persen volume sampah."

Sampah di lokasi pengolahan akan diolah atau didaur ulang, guna ulang, pengkomposan, insinerasi, dan pembuangan akhir. Misalnya, sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos untuk kepentingan warga maupun taman kota. "Kami optimistis sampah liar dapat ditekan," katanya.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan, penggalakan pembuatan lubang biopori dapat mengurangi volume sampah di masyarakat. Setiap rumah diimbau membuat lubang biopori. "Sampah organik dapat dimasukkan ke dalamnya," kata Syaikhu.

Lubang yang dibuat dengan kedalaman sekitar 1,2 meter dan diameter 10-30 sentimeter ini ditimbun dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik itu kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang kemudian mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah. "Warga mengolah sendiri sampahnya," katanya.

Dia berharap jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sumur Batu dapat ditekan. Sebab, hanya sampah nonorganik yang dibuang. "Persoalan sampah dapat diatasi di tingkat warga," kata Ahmad.


Post Date : 12 Mei 2014