Pemkab Purwakarta Kerjasama dengan USAID dan IUWASH

Lokasi:pasundanekspres.co.id - 7 Maret 2013
Kategori:Sanitasi
PURWAKARTA-Untuk meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat terutama dalam masalah sanitasi serta air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama lembaga kerjasama Amerika Serikat dan Indonesia USAID dan IUWASH (Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene) menandatangani MoU bersama antara Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) dan Kesepakatan Pembangunan Bidang Air Minum dan Sanitasi dengan Pemkab Purwakarta di Aula Janaka, Rabu (6/3).

MoU bersama tersebut ditanda tangani langsung oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Purwakarta, Ucok Ujang Wardi, serta Chief of party IUWASH Mr. Louis O’brein yang juga dihadiri langsung oleh para pimpinan OPD di Purwakarta.
Penandatangan MoU bersama antara Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene (IUWASH) dan Kesepakatan Pembangunan Bidang Air Minum dan Sanitasi dengan Pemkab Purwakarta dalam rangka mempercepat pencapaian target tujuan pembangunan millennium (MDGs).

Purwoko dari IUWASH yang juga sebagai moderator kegiatan itu mengatakan, kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi di Indonesia masih begitu rendah. Dan hal itu berdampak pada penyebaran penyakit seperti diare atau tifus.

“Apalagi air karena seperti kita ketahui pencemaran air di Indonesia oleh limbah rumah tangga begitu besar. Selain dari limbah industri sehingga kualitas air di Indonesia hamper tercemar dan kedatangan kami ke Purwakarta adalah untuk melaksanakan peningkatan kerja sama dengan pemkab Purwakarta terutama dalam pelayanan air minum dan sanitasi masyarakat yang ditargetkan secara nasional selesai pada tahun  2015,” tuturnya.

Chief of party IUWASH, Mr. Louis O’brein menjelaskan, USAID merupakan sebuah lembaga yang didirikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Barack Obama pada tahun 2010. “Ini merupakan sebuah lembaga kerjasama dalam berbagai bidang termasuk lingkungan masyarakat,” katanya.

Dikatakan, USAID juga mencakup berbagai bidang diantaranya adalah, keamanan, ekonomi, sosial serta lingkungan termasuk masalah sanitasi dan pelayanan air minum. Dan program yang akan dijalankan pada kerjasama nanti adalah peningkatan kapasitas pelayanan air bersih, peningkatan dan pelatihan kepada masyarakat akan pentingnya kebersihan sanitasi serta pembangunan berbagai instalasi air bersih. “Maupun pembuatan septi tank komunal dan program ini merupakan program yang akan diterapkan dibeberapa kota di Indonesia termasuk di Purwakarta,” ujarnya.

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi berharap dengan penandatangan MoU ini bisa membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga air dan sanitasi. ”Itu perlu demi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Dedi, lingkungan masyarakat dalam kultur sunda terurai tiga bagian yaitu atas, tengah dan bawah. Atas maksudnya adalah dunia atas atau pegunungan yang termasuk di dalamnya hutan, sumber mata air. Sementara batu pun merupakan daerah yang harus dijaga daan tidak boleh didirikan bangunan karena daerah atas merupakan sumber bagi kehidupan masyarakat.

“Yang kedua adalah tengah atau isi kehidupan di sini tinggal berbagai social masyarakat yang didalamnya ada berbagai kehidupan dan kehidupan ini tidak akan hidup apabila pegunungan, hutan dan sumber air dirusak dan yang terakhir adalah bawah, bawah maksudnya adalah tempat pembuangan dimana tempat ini harus jauh dari kehidupan karena didalamnya berbagai penyakit berkumpul. Sehingga menurut perspektif sunda air merupakan sumber yang sangat penting bagi masyarakat dan saya harapkan dengan adanya kerja sama ini masyarakat akan sadar pentingnya menjaga lingkungan,” papar Dedi.

Ditambahkan Dedi, di Purwakarta berbagai program akan digalakkan. Terutama dalam penyedian air. diantaranya adalah, pembangunan instalasi air untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat, selain pembangunan toilet setiap kelas serta pembangunan rumah rakyat miskin.

Tahun ini, tuturnya, pemkab akan focus pada pembangunan instalasi pelayanan air di beberapa titik untuk masyarakat. “Terutama pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air apalagi menginjak musim kemarau. Selain pembangunan rehabilitasi rumah rakyat miskin setiap tahunnya ditambah dengan penyedian toilet setiap kelas di sekolah-sekolah. Bahkan 2014 nanti pemkab akan berupaya membangun jaringan listrik di dalam sehingga kabel listrik atau telepon tidak akan terurai pada tiang-tiang tapi didalam tanah,” jelasnya.

Kepala Bappeda Purwakarta, Tri Hartono menjelaskan, setiap tahun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi setiap tahun terus meningkat yaitu mencapai 57,76 persen sampai saat ini. “Di Purwakarta sendiri rumah bersanitasi setiap tahun terus meningkat dari tahun 2011 kurang dari 50 persen. Dan tahun ini mencapai 57 persen dan hanya beberapa persen lagi yang ditargetkan pemerintah pusat dalam mencapai MDGs tahun 2015 sebesar 65 persen dan untuk pelayanan air minum akan diselesaikan dibeberapa titik bahkan ke semua kecamatan di Purwakarta,” kata Tri


Post Date : 08 Maret 2013