5 Wilayah DKI Raih Adipura

Sumber:Suara Pembaruan - 05 Juni 2009
Kategori:Lingkungan

[jakarta] Lima wilayah DKI Jakarta meraih Anugerah Adipura untuk kategori kota metropolitan. Piala Adipura itu diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jumat (5/6) pagi bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni.

Lima wilayah di Provinsi DKI Jakarta itu adalah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Untuk wilayah Provinsi DKI Jakarta, hanya Kepulauan Seribu yang tidak meraih Piala Adipura tahun ini.

Penyerahan Piala Adipura akan diterima Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada Jumat (5/6) siang di pendopo Balai Kota Jakarta. Asisten pembangunan Sekdaprov DKI Jakarta Sarwo Handayani mengungkapkan hal itu kepada SP Jumat (5/6) pagi.

"Tahun lalu, Kota Administrasi Jakarta Timur yang tidak dapat. Tapi tahun ini, sudah semua kota di Jakarta mendapatkannya. Kita patut berbangga dan berusaha mempertahankannya pada tahun-tahun berikutnya," ujarnya.

Selain lima wilayah itu, Piala Adipura juga diraih Kota Palembang, Surabaya, dan Semarang. Penghargaan Adipura merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Presiden RI kepada bupati/wali kota yang berhasil melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup perkotaan yang baik sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dalam sambutannya menyampaikan penghargaan tersebut diserahkan kepada pihak-pihak yang mampu melestarikan lingkungan.

Pencemaran di Tangerang

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Wahidin Halim meminta aparat dan dinas terkait di jajarannya untuk menindak tegas perusahaan ataupun individu yang melakukan pencemaran lingkungan.

"Mereka yang membuang sampah sembarangan, membuang limbah pabrik ke sungai, dan mendirikan bangunan liar di sepadan sungai dan sebagainya, harus diberi hukuman yang berat karena perilaku mereka merugikan masyarakat banyak dan merusak lingkungan," ujar Wahidin saat bertemu dengan para peserta lomba karya tulis dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup 2009, Kamis (4/6).

Menurut Wahidin, dia sangat mencemaskan kondisi Sungai Cisadane yang sudah tercemar limbah industri maupun rumah tangga. Bahkan menurut penelitian, tingkat pencemaran sudah di ambang batas. "Saya sangat prihatin. Kondisi ini tentu membutuhkan perhatian kita semua, pemerintah dan masyarakat," ucap Wali Kota.

Pencemaran Sungai Cisadane, sambung Wali Kota, tidak saja disebabkan limbah pabrikan, tetapi juga berasal dari limbah rumah tangga atau domestik. Wali Kota mencontohkan, masih banyak perusahaan seenaknya membuang limbah produksinya ke Sungai Cisadane tanpa diolah lebih dulu. Begitu juga dengan masyarakat, masih perlu ditingkatkan kesadarannya dalam kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Terkait Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni 2009, Wali Kota menyambut baik penyelenggaraan lomba karya tulis dengan tema lingkungan hidup yang dilaksanakan Dinas Informasi dan Komunikasi. Pasalnya, dengan ajang ini mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam menjaga kebersihan Kota Tangerang.

Wali Kota juga menyoroti predikat yang diperoleh Kota Tangerang dalam penilaian Tim Adipura Kementrian Lingkungan Hidup, yang beberapa tahun lalu Kota Tangerang mendapat nilai yang kurang memuaskan, namun pada tahun ini penilaian itu mampu diperbaiki secara signifikan dengan diraihnya penghargaan sebagai Kota Terbersih ditambah lagi penghargaan dalam penyajian laporan terbaik di bidang lingkungan hidup.

Wali Kota juga meminta kepada Depkumham menyediakan lahan untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Tangerang sebagai paru-paru kota, tujuannya, agar mampu meminimalisasi tingkat pencemaran udara di kota itu.

Wali Kota juga mengungkapkan rencana pembuatan tanggul di sepanjang Sungai Cisadane pada tahun anggaran 2010 mendatang sehingga bisa menjaga kebersihan dan kelestarian sungai yang airnya merupakan bahan baku air minum masyarakat Kota Tangerang. [H-14/E-7/132/E-5]



Post Date : 05 Juni 2009