Tempat Sampah Haruslah Kreatif dan Mudah Dioperasikan Anak-anak

Sumber:beritasatu.com - 12 Maret 2014
Kategori:Sampah Jakarta

Melihat bencana banjir yang sangat merugikan masyarakat dengan penyebab utamanya adalah sampah, komunitas Bersih Nyok! bersama Wipol tergerak menggelar kompetisi desain tempat sampah.

Menurut, dr. Amaranila Lalita Drijono, SpKK, penggagas komunitas Bersih Nyok!, kompetisi ini diselenggarakan untuk menciptakan tempat sampah yang bersahabat dan mudah dioperasikan masyarakat, termasuk anak-anak.

"Tempat sampah di Jakarta itu banyak yang sulit dioperasikan oleh anak-anak. Misalnya, tutupnya yang terlalu berat menyulitkan anak-anak untuk mengangkatnya. Belum lagi kotor dan jorok," ujar dr. Amaralina pada acara Penutupan "Wipol Aksi Anti Kuman" di Jakarta, Rabu (12/3).

Dilanjutkannya, bahwa masih banyak ia temui perilaku masyarakat yang malas membuang sampah di tempat sampah umum. Alasan mereka karena tempat sampah di tempat umum biasanya kotor dan sudah penuh.

"Akhirnya kita meletakkan sampahnya di pinggir-pinggir atau di atasnya. Tempat sampah di Jakarta sebagian besar tidak friendly," tuturnya.

Dengan begitu, menurutnya desain tempat sampah haruslah kreatif agar orang memiliki keinginan untuk membuang sampah. Bahkan, kalau bisa tempat sampah bisa menjadi ikon suatu kota.

"Saya pernah ke luar negeri dan malah berfoto di dekat tempat sampahnya karena bentuknya yang keren atau lucu. Kalau tempat sampahnya cantik dan mudah dioperasikan, maka orang jadi mau buang sampah. Dan yang terpenting anak kecil bisa dengan mudah membuang sampah. Kalau mereka tidak bisa atau tidak mau buang sampah karena repot atau jorok, maka kebiasaan buruk tersebut akan terbawa sampai dewasa," terang dr. Amaranila.

Dengan begitu, melalui kompetisi desain tempat sampah ini, komunitas Bersih Nyok! berhasil mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengoperasikan salah satu desain dari 10 finalis kompetisi.

"Sejauh ini sudah ada sinyal baik dari Pemprov DKI. Mereka tinggal pilih yang sesuai APBD saja," katanya.

Penilaian desain tempat sampah dilihat dari ide, fungsi dan desainnya yang bisa dioperasikan dengan baik oleh masyarakat awam. Material yang dipilih pun harus sesuai dengan kondisi di luar ruangan dan tentunya materialnya ekonomis.

"Prof. Dr. Emil Salim yang merupakan salah satu juri memilih yang menurutnya masyarakat Indonesia siap mengoperasikannya. Karena kalau terlalu canggih belum tentu bisa diterima dengan baik," ujar dr. Amaranila.

Pemenang pertama adalah tempat sampah dengan desain yang dinamakan Kantung Gantung. Sang pemenang mendapat kesempatan makan siang bersama Jokowi, Gubernur DKI Jakarta sebagai sebuah hadiah.



Post Date : 13 Maret 2014