52 Usaha Binatu Resahkan Warga Kelurahan Sukabumi

Sumber:Kompas - 12 Oktober 2004
Kategori:Air Minum
Jakarta, Kompas - Kehadiran 52 usaha binatu (laundry dan dry cleaning) membuat warga Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, resah. Selain khawatir atas limbah yang termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun, warga mengaku sulit memperoleh air bersih karena umumnya setiap usaha binatu di tempat itu menggali sumur dengan kedalaman lebih dari 20 meter.

Keresahan itu menguak dalam dialog bersama warga Sukabumi Selatan dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ade Surapriyatna, Sabtu (9/10) malam, pada Haul Pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta KH Rahmatullah Shiddiq di Sukabumi Selatan. Tokoh pemuda Kecamatan Kebon Jeruk, H Abdul Basit, mengatakan, kehadiran binatu tersebut diduga tidak mengantongi izin.

"Masyarakat menolak kehadiran binatu itu karena menyedot air dalam jumlah banyak sehingga kami kekurangan air bersih. Belum lagi pencemaran limbahnya," papar Basit. Ketua DPRD DKI Ade Surapriyatna mengatakan, usaha binatu yang tidak mengantongi izin dilarang beroperasi. "Sesuatu yang tidak ada izin itu tidak boleh. Makanya petugas harus menertibkan usaha yang tidak memiliki izin tersebut," ucap Ade.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Kosasih Wirahadikusumah mengingatkan warga DKI Jakarta agar mewaspadai setiap usaha binatu di lingkungan masing-masing, mengingat belakangan ini usaha itu semakin marak di daerah-daerah permukiman.

Binatu tergolong usaha yang limbahnya masuk kategori bahan berbahaya dan beracun. (PIN)

Post Date : 12 Oktober 2004