55 Juta Orang Tak Miliki Akses Air yang Aman

Sumber:Kompas - 28 Maret 2008
Kategori:Sanitasi

Jakarta, Kompas - Sebanyak 2,6 miliar orang di seluruh dunia, termasuk 980 juta anak, tak memiliki toilet di rumah mereka. Di Indonesia hampir 69 juta orang tidak memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi dasar dan 55 juta orang tidak memiliki akses terhadap sumber air yang aman.

”Kita perlu bekerja sama untuk memastikan perempuan dan anak-anak memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak sebagai pemenuhan hak dasar mereka. Ini merupakan harapan yang seharusnya bisa tercapai, dan saya mendukung upaya-upaya pemerintah dalam hal ini,” kata Kepala Perwakilan Unicef Indonesia Gianfranco Rotigliano di Jakarta, Kamis (27/3).

Kurangnya sarana sanitasi dasar ini telah mencapai titik kritis dengan 5.000 anak di bawah usia lima tahun (balita) meninggal setiap hari karena diare. Sekitar 100.000 anak berusia di bawah tiga tahun meninggal setiap tahun di Indonesia karena diare. Diare menjadi penyebab kematian anak-anak kedua terbesar di negara berkembang setelah infeksi saluran pernapasan akut.

Pemerintah Indonesia meluncurkan Tahun Sanitasi Internasional di Jakarta sebagai upaya mengangkat masalah-masalah sanitasi, air bersih, dan lingkungan di kalangan masyarakat umum, pemerintah daerah, dan masyarakat madani.

Tahun Sanitasi Internasional 2008 bertujuan mengangkat masalah-masalah sanitasi dalam agenda internasional dan mempercepat tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium: mengurangi jumlah orang yang hidup tanpa akses sanitasi yang baik pada tahun 2015 hingga separuhnya.

”Di Asia Timur, hampir separuh penduduknya tidak memiliki akses terhadap sanitasi yang memadai, seperti jamban cemplung, jamban siram, atau jamban kompos. Kenyataan buruk ini dihadapi oleh hampir 800 juta orang,” ujar Rotigliano.

Perilaku hidup bersih yang membaik, jika disertai dengan adanya akses terhadap toilet, akan menurunkan tingkat kematian anak, meningkatkan jumlah anak perempuan yang bersekolah, mengurangi kekurangan gizi dan tingkat infeksi, memberi martabat yang lebih baik serta keleluasaan bagi semua, khususnya perempuan, yang sering merasa tidak nyaman karena kurangnya toilet bersih dan aman.

Unicef mendukung Pemerintah Indonesia menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, termasuk pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi serta pembangunan kapasitas di delapan provinsi. (LOK)



Post Date : 28 Maret 2008