PT GTJ Nikmati Rp 4 Miliar dari Penjualan Listrik Biogas Sampah

Sumber:beritasatu.com - 6 Maret 2014
Kategori:Sampah Jakarta

Pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, PT Godang Tua Jaya (GTJ) menjalankan Landfill Gas. Yaitu teknologi mengolah sampah menjadi listrik.

Hingga saat ini, PT GTJ berhasil menghasilkan listrik dari gas metan sampah maksimal hingga 8 megawatt per bulan. Listrik tersebut didistribusikan ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar dapat dinikmati oleh warga Bekasi dan sekitarnya.

Hasilnya, perusahaan ini mampu mengeruk keuntungan dari penjualan listrik ke PLN mencapai Rp1 hingga 4 miliar per bulan. Direktur Utama PT GTJ Rekson Sitorus mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menggunakan teknologi landfill gas untuk menghasilkan listrik dari sampah. Sebenarnya kapasitas yang ditargetkan dari teknologi itu dapat menghasilkan 26 megawatt.

"Namun sekarang kami baru dapat menghasilkan listrik dengan teknologi ini antara 5 hingga 8 megawatt per bulan. Memang masih jauh dari target, tapi kita kan masih punya waktu 9 tahun lagi untuk mengejar," kata Rekson, Kamis (6/3).

Masa kontrak perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov DKI dengan PT GTJ akan berakhir pada 2023. Karena itu, pihaknya akan mengejar dalam waktu 9 tahun untuk mencapai target menghasilkan 26 megawatt listrik dari pengolahan gas sampah.

"Kita dibayar PLN itu Rp820 per KWH. Dengan kapasitas listrik yang dihasilkan antara 5-8 megawatt, kita bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan listrik mencapai Rp 4 miliar, paling rendah itu Rp 1,2 miliar per bulan,” ujarnya.

Pihaknya sudah bisa menghasilkan listrik dari gas sampah sejak November 2010. Artinya dua tahun setelah PKS ditandatangani pada 2008. PT GTJ dipercaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengelola TPST Bantargebang dengan sampah sekitar 5.500 hingga 6.000 ton per hari dari lima wilayah Jakarta.

Sementara, fasilitas teknologi yang dikembangkan saat ini hanya mampu mengolah sebanyak 2.000 ton sampah yang menghasilkan listrik 10 megawatt, pupuk organik, serta bijih plastik. Sehingga, masih ada sekitar 3.500 ton sampah yang belum diolah.

Teknologi landfill Gas itu dilakukan dengan melakukan penutupan sampah dengan terpal karet hitam di lahan seluas 89 hektar. Harga terpal karet tersebut mencapai Rp 90.000 per meter. Kemudian di lahan tersebut, dipasang pipa yang ditanam dengan kedalaman hingga 20-25 meter.

Pipa akan mengalirkan gas yang bisa menghasilkan listrik. Seluruh investasi mulai dari pengolahan sampah hingga menjadi listrik mencapai Rp 700 miliar.



Post Date : 07 Maret 2014