Cleanaction Ajak Warga Bandung Pilah Sampah

Sumber:tempo.co - 15 Desember 2014
Kategori:Sampah Luar Jakarta

Bandung Cleanaction menggelar sosialisasi Gerakan Pilah Sampah (GPS) di aula Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, pada Senin, 15 Desember 2014. "Gerakan pungut sampah kini telah 'naik kelas' menjadi gerakan pilah sampah," kata Hani H. Soemarno, Kepala Eksekutif Bandung Cleanaction, Senin, 15 Desember 2014.

Sebelumnya, acaara serupa hanya sekadar memungut sampah. Namun acara yang bertajuk "Greeneration" dan dihadiri sekitar 160 pelajar dari 60 sekolah menengah atas di Kota Bandung itu mengajak para pelajar dan masyarakat untuk memilah sampah. "Tujuannya yakni agar pelajar merasa peduli dan berpartisipasi aktif dalam menanggulangi sampah," ujar Hani.

Menurut dia, dengan memilah sampah, masyarakat dapat mengolah sampah menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai tinggi. Di Bandung, banyak perusahaan yang menghasilkan limbah berupa sampah kemasan, seperti perusahaan makanan kemasan dan air minum. "Dari sana, kita bisa mengajukan dana corporate social responsibility (CSR). Hasilnya bisa disumbangkan pada sekolah," tuturnya.

Reza, siswa SMAN 27 Bandung, menyatakan, setelah mengikuti acara tersebut, ia menjadi lebih mengerti akan manfaat sampah. "Ternyata sampah itu banyak manfaatnya, tapi juga bisa bermasalah kalau kita abai membuangnya," ujarnya.

GPS merupakan program yang digagas sukarelawan sampah Kota Bandung bersama Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). Sebelumnya, program GPS merupakan gerakan pungut sampah yang mulai dilaksanakan pada Juli 2014. Dan kini berganti menjadi GPS jilid II, dari pungut sampah menjadi pilah sampah. Program GPS jilid II akan resmi digulirkan pada awal 2015.
Bandung Cleanaction menggelar sosialisasi Gerakan Pilah Sampah (GPS) di aula Balai Kota, Jalan Wastukencana, Bandung, pada Senin, 15 Desember 2014. "Gerakan pungut sampah kini telah 'naik kelas' menjadi gerakan pilah sampah," kata Hani H. Soemarno, Kepala Eksekutif Bandung Cleanaction, Senin, 15 Desember 2014.

Sebelumnya, acaara serupa hanya sekadar memungut sampah. Namun acara yang bertajuk "Greeneration" dan dihadiri sekitar 160 pelajar dari 60 sekolah menengah atas di Kota Bandung itu mengajak para pelajar dan masyarakat untuk memilah sampah. "Tujuannya yakni agar pelajar merasa peduli dan berpartisipasi aktif dalam menanggulangi sampah," ujar Hani.

Menurut dia, dengan memilah sampah, masyarakat dapat mengolah sampah menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai tinggi. Di Bandung, banyak perusahaan yang menghasilkan limbah berupa sampah kemasan, seperti perusahaan makanan kemasan dan air minum. "Dari sana, kita bisa mengajukan dana corporate social responsibility (CSR). Hasilnya bisa disumbangkan pada sekolah," tuturnya.

Reza, siswa SMAN 27 Bandung, menyatakan, setelah mengikuti acara tersebut, ia menjadi lebih mengerti akan manfaat sampah. "Ternyata sampah itu banyak manfaatnya, tapi juga bisa bermasalah kalau kita abai membuangnya," ujarnya.

GPS merupakan program yang digagas sukarelawan sampah Kota Bandung bersama Pemerintah Kota Bandung dalam mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). Sebelumnya, program GPS merupakan gerakan pungut sampah yang mulai dilaksanakan pada Juli 2014. Dan kini berganti menjadi GPS jilid II, dari pungut sampah menjadi pilah sampah. Program GPS jilid II akan resmi digulirkan pada awal 2015.


Post Date : 16 Desember 2014