Sanitasi bagi Anak Masih Terabaikan

Sumber:metrotvnews.com - 27 Oktober 2014
Kategori:Sanitasi

Hak-hak anak atas sanitasi yang layak masih terbilang minim. Itu terbukti dengan masih buruknya hak anak atas toilet dan air bersih di sekolah serta lingkungan tempat tinggal mereka.

"Melalui Konferensi Anak Indonesia (KAI) 2014, kami ingin mengingatkan pemerintah terkait hak anak atas sanitasi yang layak," kata penanggung jawab kurikulum KAI 2014 Johanna Ernawati di Jakarta, kemarin.

Menurut data organisasi PBB bidang penanganan kesehatan dan gizi anak (UNICEF) 2013, tercatat 1 dari 6 anak di Indonesia belum memiliki akses pada air minum yang aman.


Sebanyak 58 juta penduduk Indonesia masih buang air besar sembarangan (BABS). Akibatnya, tingkat diare anak-anak pada keluarga BABS itu mencapai lebih dari 66% (lihat grafik).

Dengan konferensi yang diikuti 36 anak delegasi dari berbagai provinsi mulai kemarin hingga 31 Oktober di Jakarta itu, dibahas pengaruh sanitasi terhadap air minum di Indonesia.

Mereka pun dibekali pemahaman hidup sehat ber sama mikroorganisme di sekitar manusia, sistem toilet higenis dan ramah lingkungan, serta mengamati sistem sanitasi di Jakarta. Ada juga diskusi dengan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama di Kantor Gubernur DKI.

Selama berkonferensi, kata Johanna, delegasi belajar sekaligus bermain tentang materi pembelajaran toilet dan sistem sanitasi yang baik.

"Kami harap seusai konferensi peserta jadi agen perubahan yang bertekad untuk berbagi pengetahuan dan mendorong lingkungan di sekitarnya berubah jadi lebih baik," ujar Johanna.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto mengapresiasi konferensi itu lantaran saat ini pemerintah kurang peduli dengan kondisi sanitasi.

Apalagi, anak usia sekolah ialah kelompok usia paling rentan terkena penyakit akibat buruknya sanitasi. `'Sanitasi kelihatannya sepele, tapi dampaknya amat berarti bagi kesehatan anak. KPAI meminta pemerintah agar perbaikan sanitasi itu diprioritaskan.''  



Post Date : 28 Oktober 2014