Ketersediaan Air Bersih Jakarta 60 Persen

Sumber:sinarharapan.co - 19 Juli 2014
Kategori:Air Minum
Rencana saluran pipa air dari waduk Jatiluhur untuk warga DKI Jakarta, disambut baik Kepala Divisi Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial Palyja, Meyritha Maryanie. Pasalnya, saat ini Jakarta kekurangan pasokan air bersih. Ketersediaan air bersih hanya 60 persen, sisanya air tanah dengan kualitas buruk. 

Karena itu, sambil menunggu sambungan pipa dari Jatiluhur, pihaknya meminta pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan lahan uji coba pemanfaatan air di beberapa sungai dan waduk. Menurut Meyritha, langkah ini dapat menambah jumlah pasokan air untuk pelanggan Jakarta, yang saat ini sudah sampai 400.000 pelanggan. 

“Syukur-syukur, nanti Pam Jaya mengaktifkan Pesanggrahan. Pesanggarahan itu mutu air bakunya bagus, lahannya ada di daerah Jakarta Selatan, dekat Lebak bulus. Sebenarnya lahannya ada, tapi harus ada izin dari Pemda DKI dan Pam Jaya untuk membangun water treatment kami di sana,” tutur Meyritha kepada SH, Jumat (18/7). 

Meyritha menjelaskan, sebenarnya Pemprov DKI telah memiliki data titik-titik kawasan air baku Jakarta. Namun, untuk lokasi di Pesanggahan, ia menjelaskan pihaknya belum melakukan uji coba. Namun, pihaknya sudah menerima informasi tersebut dari Badan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD). 

“Belum, tapi kami dengan BPLHD. Kami angkanya dari BPLHD dilihat baku mutunya di situ. Jadi, BPHLD punya titik-titik, di mana tempat yang airnya bisa dijadikan air baku,” katanya. 

Ia menjelaskan, tidak semua air waduk yang telah dinormalisasi oleh Pemprov DKI dapat dijadikan tempat water treatment dan dapat dijadikan air baku. Oleh sebab itu, pihaknya baru dapat melakukan water treatment di Taman Kota. Taman Kota sudah dapat dimanfaatkan dengan menghasilkan debit air 150 liter per detik. 

Ia juga mengeluhkan perihal debit air yang diterima Palyja, pada 1998, Palyja memperoleh debit 17.000 liter per detik dengan jumlah pelanggan 200.000. Angka ini tidak berubah sampai 2014 dengan penambahan jumlah pelanggan 400.000. Diprediksi, pada 2015, Jakarta akan mengalami kekurangan pasokan air sebanyak 9.100 liter per detik. 

Meyritha menyatakan, pihaknya telah melakukan penurunan non revenue water (NRW) atau kebocoran sebanyak 2,5 juta air. Angka ini turun dari 40 persen turun men jadi 37,5 persen tahun ini. 

“Masalahnya, airnya ada nggak? Apa kami nanti jawab ke pelanggan? Pipanya ada, tapi airnyanggak ada. Itu yang sering terjadi. Kami sudah siapkan, ternyata airnya nggak bertambah,” ujarnya. 

Kepala Unit Limbah Lingkungan dan Air Tanah, BPLHD DKI Jakarta, Bawa Sarasa, Jumat (18/7), mengatakan ketersediaan air bersih Jakarta hanya 60 persen. Selebihnya air tanah yang kualitasnya buruk. Perihal beberapa lokasi yang memiliki air baku bersih, BPLHD menyerahkan kepada Palyja untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu. 

Untuk meningkatkan debit air bersih, ia juga menyarankan harus dilakukan pengerukan di sungai-sungai. Apalagi, saat ini jumlah air bersih di DKI hanya 60 persen, sisanya merupakan air tanah yang kualitasnya jelek. “Programnya meningkatkan sumber air baku. Satu dari air sungai atau waduk meningkatkan kualitas dengan sanitasi,” katanya.


Post Date : 22 Juli 2014