Balikpapan Krisis Air Tiga Bulan

Sumber:Jurnal Nasional - 10 Juni 2014
Kategori:Air Minum
Masyarakat Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Senin (9/6) hingga tiga bulan kedepan akan mengalami krisis air akibat bocornya pipa intake (pipa hisap air) yang menyebabkan amblas badan tanggul Waduk Manggar yang merupakan sumber utama air baku PDAM Balikpapan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan pun telah menyatakan, keadaan gawat darurat terkait kondisi tersebut. Pasalnya, sekitar 80 persen kepala keluarga (KK), perusahaan maupun instansi merupakan pelanggan PDAM.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi meminta masyarakat agar menampung dan menghemat penggunaan air. Diperkirakan dari 80 pelanggan itu, sekitar 73 persen yang akan mengalami gangguan, karena air tidak mengalir selama tiga bulan.

Bocorannya pipa hisap terjadi akhir bulan lalu, dan telah menimbulkan keretakan dan tanah amblas dengan diameter 5 meter, kedalaman 1 meter. "Ada kebocoran didua pipa hisap (intake) memang usianya sudah 30 tahun," kata Rizal Effendi saat memberi keteragan pers, Senin (9/6).

Menurut Rizal, Pemkot dan Muspida Balikpapan sebelumnya telah menggelar rapat dan sepakat menyatakan keadaan gawat darurat. Namun Rizal mengungapkan, pihaknya siap mengantisipasi dampak sosial yang terjadi akibat krisis air bersih tersebut.

Selain itu kata Rizal. Pemkot Balikpapan sudah berkordinasi dengan Balai Sumber Air Wilayah III Kalimantan, Dirjen Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum. Termasuk melaporkan kasus ini ke Gubernur Kaltim. "Karena ini keadaan darurat maka perbaikan pakai dana cadangan bencana alam dari Kementerian Pekerjaan Umum dari Ditjen Sumber Daya Alam (SDA). Kita juga akan siapkan dana untuk dampak social termasuk pembangunan posko," ujarnya.

Dirjen Sumber Daya Alam rencananya akan ke Balikpapan, Selasa (10/6)untuk melihat proses perbaikan. Kata dia, perbaikkan pun dilakukan secara hati-hati, jangan sampai kejadian seperti tanggung Situgintung di Jakarta yang jebol.

"Saranya kita harus menutup dua pipa hisap yang bocor itu jangan dipakai dulu. Kalau dipakai dan dibiarkan akan amblas dan jebol sebanyak 15 juta meter kubik akan ambrol kebawah. Jangan sampai terjadi seperti Situgintung, di Jakarta," katanya.

Kepala QHSE (Quality Health Safety Environtment) PDAM Kota Balikpapan, Gazali Rakhman memperikirakan dengan kerusakan ini, sedikitnya 73 persen pelanggan mengalami ganggu. Supply air bersih bagi PDAM Balikapapan sebanyak 80 persen dipasok dari waduk Manggar yang memiliki kapasitas 15 juta meter kubik. Sebanyak 20 persen menggunakan air bor.

" Mulia hari Senin (9/6) akan melakukan perbaikan, yang berdampak terganggunya Operasional dua instalasi utama yaitu Pengolahan Air Minum PDAM (IPAM KM.8 dan IPAM Kamp. Damai) akan "stop produksi" sementara waktu, hingga sampai batas waktu Kondisi Kerusakan sudah dapat teratasi," ujarnya.

Solusi darurat yang dilakukan PDAM adalah dengan membuat peralihan jalur pipa hisap air baku yang diletakkan diatas permukaan tanah, yang saat ini sedang dikerjakan PDAM. Sekaligus menghimbau masyarakat untuk berhemat air.

"Dengan ini PDAM hanya mengimbau kepada pelanggan untuk menampung air dan Berhemat dalam penggunaannya, apalagi harapan Kebutuhan air di Kota Balikpapan, hanya satu satunya berasal dari Waduk Manggar dan diolah oleh PDAM Kota Balikpapan," ujarnya. Teddy Rumengan


Post Date : 10 Juni 2014