Aksi Cepat Tanggap Siapkan 237 Truk Tanki Air Bersih

Sumber:pikiran-rakyat.com - 14 Oktober 2014
Kategori:Air Minum

Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk bencana kekeringan menyiapkan 237 truk tanki berisi air bersih untuk didistribusikan ke beberapa wilayah, seperti di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Karawang, Kabupaten Blora, DKI Jakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal itu diungkapkan oleh Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Insan Nurrohman, di Jakarta, Selasa (14/10/2014).

Dijelaskan meskipun sejumlah tempat telah mendapatkan hujan, tidak berarti kekeringan telah berakhir. Kebutuhan air yang bersifat “emergency”, khususnya kebutuhan air minum, masih diperlukan.

Berdasarkan catatan, sejak bencana kekeringan mulai melanda, Aksi Cepat Tanggap telah mendistribusikan air bersih melalui truk tanki berkapasitas 5.000 dan 8.000 liter.

Sampai Senin (13/10/2014) malam, tak kurang 237 truk tanki berisi air bersih telah dan siap berkeliling menyalurkan air bersih untuk warga yang membutuhkan.

“Tadi malam kami mendapatkan laporan, Kabupaten Blora telah siap dengan 10 truk tanki air berkapasitas 5.000 liter. Bandung siap dengan 45 truk tanki air berkapasitas 5.000 liter, dan Jakarta siap dengan 182 tanki air kapasitas 8.000 liter. Total 237 tanki air,” ujar Insan Nurrohman sebagaimana keterangan yang diterima “PRLM”, di Jakarta, Selasa (14/10/2014).

Insan mengatakan, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah terdampak kekeringan sebenarnya sangat luas.

Selain sejumlah wilayah kekeringan di Pulau Jawa, ada sekitar 50 wilayah di Pulau Bali dan Nusa Tenggara mengalami kekeringan ekstrem hingga akhir September.

Beberapa daerah di Nusa Tenggara yang terkena kekeringan ekstrem di antaranya Lape, Lambu, Madapangga, Majeluk, Monta, Moyohilir, Moyohulu, Mujur, dan Terano.

Sebagian besar kekeringan terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selanjutnya, di wilayah Bali, kekeringan terjadi antara lain di Banyupoh, Bengkala, Bondalem, Catur, Grokgak, Pecatu, dan Tianyar.

Selanjutnya, dijelaskan pula, di Jawa Timur kekeringan terjadi di sejumlah daerah, seperti Lamongan, Widang, Tugu, Sumberejo, dan sebagainya. Pada awal Oktober, beberapa wilayah di Jawa Tengah juga berpotensi kekeringan, di antaranya, Demak, Pati, Rembang, Boyolali, Purworejo, Sragen, Wonogiri, dan Klaten. Kekeringan ekstrem di daerah-daerah itu diindikasikan melalui alat penakar hujan yang dipasang di setiap wilayah.



Post Date : 15 Oktober 2014