Air Sumur Warga Tercemar

Sumber:Koran Sindo - 31 Maret 2008
Kategori:Sanitasi

YOGYAKARTA(SINDO) – Tingkat pencemaran bakteri Escherichia coli (ecoli) pada air sumur di Kota Yogyakarta cukup tinggi.

Penyebabnya, masih banyak warga yang tidak memanfaatkan Saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk membuang limbah rumah tangga. ”Rendahnya pemanfaatan saluran IPAL dan jarak septicktank dengan sumur yang terlalu dekat menyebabkan sebagian besar sumber air (sumur dangkal) di Kota Yogyakarta tercemar bakteri e-coli,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr Choirul Anwar,kemarin.

Dia menyebutkan,hasil penelitian yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta pada 2007 diketahui 90% air sumur rumah tangga tercemar bakteri e-coli. ”Selain itu dari 19.714 sumur yang diteliti ternyata 49,51 persen sumur airnya mengandung zat ber bahaya,”ujarnya. Menurut dia, sempitnya lahan hunian di Kota Yogyakarta mengakibatkan jarak septictankdengan sumur tidak ideal. ”Idealnya jarak septictank dengan sumur 10 meter.

Namun, karena kondisi perumahan di Kota Yogyakarta cukup padat, jarak ideal tersebut tidak bisa terpenuhi,”jelasnya. Lebih lanjut dia menegaskan, tingginya tingkat pencemaran air sumur baik oleh bakteri e-oli maupun zat berbahaya sangat membahayakan kesehatan warga karena dapat menimbulkan wabah diare. ”Untuk meminimalkan risiko, air sumur harus dimasak lebih dulu hingga mendidih dan dibiarkan selama 10 menit dalam keadaan api tetap menyala.Upaya ini dapat mematikan e-coli,”katanya.

Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ika Rostika mengatakan, tercemarnya air sumur warga juga disebabkan rendahnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan saluran IPAL komunal. ”Dua saluran jaringan IPAL yang berakhir di Sewon, Kabupaten Bantul, sebenarnya mampu menampung 21 ribu wajib retribusi,tetapi hingga kini baru 10.085 keluarga yang memakai saluran tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, IPAL komunal dapat untuk mengolah limbah domestik rumah tangga dan bisa meminimalkan pencemaran air tanah.”Kami terus melakukan sosialisasi, dan bagi warga yang terlewati fasilitasjaringanIPALkomunal diharapkan dapat memanfaatkan saluran tersebut,”katanya. (moch fauzi/ant)



Post Date : 31 Maret 2008