Air Sungai Batanghari Terus Naik, Warga Mulai Cemas

Sumber:Kompas - 08 Desember 2004
Kategori:Drainase
Jambi, Kompas - Permukaan air Sungai Batanghari di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, dan Kabupaten Batanghari kini terus naik menggenangi ribuan hektar lahan pertanian di sepanjang daerah aliran sungai itu.

Ancaman banjir kini mulai mencemaskan sekitar 500.000 jiwa penduduk yang tinggal di daerah aliran sungai terpanjang di Sumatera itu. Apalagi hujan lebat dengan intensitas cukup tinggi dan merata turun hampir setiap hari sejak akhir November.

Menurut pemantauan Kompas di Desa Penyengat Rendah, Kelurahan Teluk Kenali dan Sejenjang, Kota Jambi, serta Muaro Kumpeh, Talang Duku dan Teluk Jambu, Selasa (7/12), sejumlah lahan pertanian mulai terendam air. Tanaman sayuran seperti kacang panjang, terung, buncis, serta palawija seperti jagung, kedelai, dan singkong, yang ditanam di bantaran sungai dan di sejumlah tempat di daerah aliran sungai sudah terendam luapan air Sungai Batanghari.

Ratusan hektar sayuran dan palawija di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kumpeh Ilir, dan Maro Sebo kini telah terancam kebanjiran. "Kalau air Sungai Batanghari naik 1,5 meter lagi, ladang kacang panjang saya yang baru berusia 1,5 bulan habis," kata Hamid (39), penduduk Sakean, Kabupaten Muaro Jambi.

Sejauh ini Pemerintah Kota Jambi, serta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Batanghari, dan Tanjung Jabung Timur yang selama ini menjadi daerah langganan banjir Sungai Batanghari, belum mendirikan posko banjir.

"Seiring dengan masuknya musim hujan, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin sudah mengimbau para bupati, camat, dan kepala desa agar secara terus- menerus memantau pergerakan naiknya air sungai. Mereka harus menyiapkan posko banjir guna memberikan pertolongan dini kepada korban jika banjir benar-benar terjadi," kata Harun Saad, Kepala Biro Humas dan Umum Pemerintah Provinsi Jambi.

"Umumnya para petani sudah panen palawija dan sayuran, yang ditanam di bantaran sungai dan tempat-tempat yang rendah lainnya. Masyarakat yang tinggal di tepian sungai dan daerah aliran Sungai Batanghari sudah tahu, setiap bulan Desember dan Januari sungai banjir. Memang ada saja warga yang nekat menanam sayuran dan palawija pada bulan Oktober dan November," kata Muhammad (50), penduduk Talang Duku.

Dia mengakui masyarakat yang tinggal di tepian sungai mulai cemas terhadap kemungkinan datang lagi banjir besar tahun ini. "Desember 2003 lalu, selama hampir satu bulan, ke mana-mana kami memakai perahu. Kedalaman air di pekarangan rumah saya saat itu mencapai 1,5 meter. Sebagian besar lantai rumah penduduk terendam banjir," ujarnya lebih lanjut.

Ketinggian permukaan air Sungai Batanghari di Kota Jambi pada Selasa kemarin diperkirakan sudah mencapai 12,5 meter di atas permukaan laut. Ketinggian air sudah naik sekitar lima meter dibandingkan dengan ketinggian pada September 2004. Pada puncak banjir besar Desember 2003, ketinggian permukaan air Sungai Batanghari di Kota Jambi mencapai 15,50 meter di atas permukaan laut. (nat)

Post Date : 08 Desember 2004