Air Telaga Ditaburi Semen agar Jernih

Sumber:Kompas - 29 Juli 2009
Kategori:Air Minum

Gunung Kidul, Kompas - Memasuki musim kemarau, air bersih kian sulit diperoleh. Lebih dari 200 telaga tadah hujan yang mulai mengering di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, masih menjadi andalan warga. Warga yang tak punya dana untuk membeli air bersih mencoba berbagai cara untuk berhemat, termasuk dengan menaburkan semen untuk menjernihkan air telaga.

Air telaga berwarna coklat keruh tersebut jernih setelah ditaburi semen dan diendapkan selama satu hari satu malam. Semen, menurut warga, lebih efektif dalam menjernihkan air dibandingkan tawas. Selain itu, semen lebih murah. ’Air lebih jernih dan tidak pahit dibandingkan menggunakan tawas,” kata Suwarto dan Yasmo Wiyono, warga Desa Krambil Sawit, Kecamatan Saptosari, Selasa (28/7).

Jika tak ingin menggunakan semen atau tawas, warga miskin di pelosok pedesaan memilih mengendapkan air telaga hingga jernih selama satu pekan. Pengendapan air telaga dilakukan setelah air hujan di bak penampungan air hujan milik warga habis. Selama musim kemarau, tiap keluarga yang terdiri atas enam anggota keluarga biasanya harus membeli 3 hingga 5 tangki air berkapasitas 5.000 liter.

Menurut Suwarto, air yang telah dijernihkan dengan mengendapkan air di Telaga Miri tersebut dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga. Air Telaga Miri diperkirakan habis seluruhnya dalam dua pekan mendatang. Tiga telaga lain di dekat Telaga Miri saat ini telah mengering.

Mobil penjual tangki air kini mulai menjajakan air ke pelosok pedesaan dengan harga Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per 5.000 liter. Harga melonjak hingga Rp 200.000 di puncak musim kemarau.

Sebagian warga di Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, juga mulai kesulitan air bersih. Mereka mulai menggunakan air sungai untuk kebutuhan mencuci dan mandi. Sumur yang biasa mereka pakai mengering.

Salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jateng untuk mengatasi kekeringan antara lain membangun sumur artesis di daerah rawan kering. (WKM/NIT/CHE/HEN/ UTI/WIE/CAS/ONI)



Post Date : 29 Juli 2009