Al Gore: Harus Ada "People Power" Global untuk Atasi Perubahan Iklim

Sumber:Suara Pembaruan - 14 Desember 2007
Kategori:Climate
[NUSA DUA] Ancaman perubahan iklim sudah semakin nyata. Tindakan konkret untuk mengatasi perubahan iklim sudah tiba saatnya dilakukan oleh masyarakat dunia. "Harus ada gerakan rakyat (people power) secara global untuk mengatasi perubahan iklim," ujar Senator Al Gore dari Partai Demokrat, saat memberikan orasi ilmiah di sela-sela Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/12) malam.

Orasi ilmiah itu dihadiri para delegasi sejumlah negara yang menghadiri COP13/MOP3, kalangan LSM dan media massa. Tampak ikut menghadiri acara tersebut Ketua COP 13 Rachmat Witoelar, Ketua Delegasi RI Emil Salim, dan Duta Besar Khusus PBB untuk Tujuan Pembangunan Milenium Asia Pasifik, Erna Witoelar.

Al Gore mengatakan peningkatan kandungan karbondioksida di atmosfer yang membuat suhu bumi meningkat sudah diteliti para ilmuwan sejak 100 tahun lalu. "Bumi kita sedang menderita demam. Dan demamnya terus bertambah. Kita tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Dibutuhkan sebuah intervensi," ungkap Al Gore.

Tetapi, karena relasi baru manusia dengan bumi sekarang ini tidak terprediksikan sebelumnya, komunitas global jadi lamban bertindak untuk mengatasi perubahan iklim. "Karena CO2 tidak terlihat, tidak sama dengan polusi yang lain, tidak berada dan berbau, sangat mudah bagi kita untuk mengesampingkan krisis iklim jauh-jauh dari pikiran kita, hingga akhirnya kita sampai pada satu titik di mana kita bisa merasakan sendiri dampak yang ditimbulkannya. Kita masih terpenjara dalam sebuah ilusi, bahwa tidak ada yang salah pada bumi kita, sehingga kita berkesimpulan tidak perlu ada tindakan apa pun yang dilakukan," kata Al Gore, yang baru saja meraih penghargaan Nobel di bidang Lingkungan Hidup.

"Saya ingin berbicara tentang sebuah kebenaran yang pahit. Amerika Serikat pada prinsipnya harus bertanggung jawab pada tercapainya sebuah kemajuan di Konferensi Bali. Kita tidak perlu lagi meragukan hal itu," lanjutnya.

AS merupakan negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia, namun bersikeras menolak meratifikasi Protokol Kyoto yang memberlakukan mandat reduksi emisi bersifat mengikat pada negara-negara maju. Kendati dinilai bertanggung jawab pada tercapainya keberhasilan konferensi, Al Gore juga berpendapat AS bukan satu-satunya pihak yang dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa komunitas global dapat melangkah ke depan dengan kemajuan dan harapan yang diraih dalam Konferensi Bali ini.

"Ada dua hal yang bisa Anda lakukan di sini. Pertama, Anda bisa marah dan frustrasi sekaligus menumpahkan amarah dan frustrasi itu kepada AS. Kedua, Anda dapat memutuskan untuk tetap melangkah maju," katanya.

Surat Elektronik

Al Gore menuturkan sebelum berangkat ke Bali, ia menerima lebih dari 350.000 surat elektronik dari rakyat Amerika. "Mereka meminta pada saya agar mengatakan kepada seluruh delegasi di Konferensi Bali, bahwa Amerika akan berubah," tegasnya.

"Saya ingin Anda melihat tidak cuma ke Gedung Putih. Tetapi Anda harus melihat juga ke DPR yang baru saja meloloskan undang-undang yang besar," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, sebuah Rancangan Undang-Undang yang menyerukan mandat reduksi emisi gas rumah kaca AS berhasil disepakati oleh Environment and Public Works Committee di Senat AS pada 5 Desember. RUU itu menyerukan mandat reduksi emisi yang bersifat mengikat. Pemerintah beberapa negara bagian di AS, termasuk California, juga baru saja meloloskan legislasi tentang reduksi emisi CO2 bersifat mengikat.

"Dan harus diingat, pada satu tahun dan 40 hari dari sekarang akan ada Presiden AS baru. Saya harus berterus terang, saya tidak bisa menjamin bahwa orang yang terpilih nanti sebagai Presiden AS yang baru akan punya posisi seperti yang saya harapkan. Tetapi saya dapat katakan pada Anda, ia akan punya posisi yang berbeda dengan pemerintahan (Bush) sekarang," ujar Al Gore

"Percayalah, ada kesadaran rakyat Amerika yang lebih besar untuk melihat persoalan pemanasan global secara lebih jernih," tegasnya. [E-9/E-7/137]



Post Date : 14 Desember 2007