Banjir Bertahan 8 Jam

Sumber:Kompas - 04 Maret 2010
Kategori:Banjir di Jakarta

Jakarta, Kompas - Banjir kiriman dari Bogor tiba di Jakarta, Selasa (2/3) pukul 03.00 hingga pukul 04.00, dan surut pada pukul 12.00. Di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, tinggi air mencapai 50 sentimeter, bertahan sampai pukul 08.00, dan mulai surut pada pukul 10.00.

”Genangan air tertinggi berada di lingkungan RT 3 dan RT 4 RW 3, mencapai 50 sentimeter,” tutur Camat Jatinegara Andriansyah kemarin. Di lingkungan RW 2, tinggi air mencapai 30 cm. Di kawasan Bidara Cina, air setinggi 30 cm menggenangi kawasan RW 7 dan RW 11.

Banjir kiriman dari Bogor ini mengalir selama satu jam, mulai pukul 03.00 hingga pukul 04.00. Setelah arus air kembali normal, air tetap menggenangi kawasan itu dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00. ”Setelah jam tersebut, perlahan air susut. Pukul 12.00, genangan lenyap,” kata Andriansyah.

Ia mengatakan, selama berlangsung banjir kiriman, tak ada kesibukan di kedua lokasi pengungsian. ”Informasi sudah disampaikan sejak Senin malam. Warga yang sudah terbiasa dengan banjir kiriman tetap menjalankan tugas rutin mereka,” ujar Andriansyah.

Menurut dia, ketinggian air di Katulampa, Bogor, mencapai 50 cm, di Depok 160 cm, dan di Manggarai 680 cm. ”Rata-rata normal. Sekurangnya sampai matahari terbit, Rabu, tak ada genangan di kedua lokasi,” ucap Andriansyah.

Hingga pukul 18.00, warga Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih bersiaga menghadapi kemungkinan banjir.

”Berita tentang ketinggian air di Katulampa sudah kami terima semalam. Karena itu, kami waspada menghadapi kemungkinan banjir kiriman,” ucap Lurah Petamburan Edy Syamsudin.

Ia mengatakan, ketinggian air di Kanal Barat, tepatnya di Pintu Air Karet, masih aman dan tidak terlihat kenaikan air yang drastis. Petamburan menjadi salah satu daerah yang biasa digenangi air bila terjadi banjir kiriman.

Manggarai normal

Sepanjang Rabu, kondisi ketinggian air di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, terpantau normal. ”Memang sempat tinggi pada Selasa malam, tetapi sejak Rabu pagi sampai malam, sudah normal,” kata Ibnu, penjaga Pintu Air Manggarai.

Ketinggian air di pintu air ini hingga Rabu malam tercatat 690 cm atau masih 60 cm di bawah ambang batas kategori siaga IV. Adapun di pos pemantau di Depok, Jawa Barat, ketinggian air Sungai Ciliwung tercatat 135 cm dan di Bendung Sungai Ciliwung Katulampa, Bogor, mencapai 60 cm.

Menurut Ibnu, sampai Kamis siang, wilayah Jakarta diprediksi tidak akan terjadi banjir kiriman luapan Sungai Ciliwung dari Bogor. Hal ini disebabkan curah hujan di Bogor dan Puncak sampai Rabu malam terpantau hujan ringan.

Sementara itu, untuk menghindari terjadinya genangan saat hujan deras mengguyur, Pemerintah Kota Jakarta Selatan terus dengan giat membersihkan saluran air di kawasan permukiman dan jalan protokol.

Selama tiga hari terakhir, pembersihan saluran air terlihat di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, sebagian TB Simatupang, dan Kebayoran Lama.

Banyak tukang gali dipekerjakan untuk membersihkan lumpur dan sampah yang menumpuk di dalam saluran. ”Perintahnya, lumpur dan sampah digali, kemudian dimasukkan ke dalam karung. Nanti tumpukan karung lumpur diangkut truk, langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah,” kata Nanang, petugas lapangan Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Selatan, saat ditemui di Pesanggrahan. (ART/NEL/WIN)



Post Date : 04 Maret 2010