Banjir di Jakarta hingga April

Sumber:Kompas - 23 Februari 2010
Kategori:Banjir di Jakarta

Jakarta, kompas - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi hujan dan banjir masih akan terjadi di Jakarta dan sekitarnya hingga April. Potensi bencana berdasarkan prakiraan itu meliputi banjir kiriman karena curah hujan tinggi di Jakarta dan juga adanya terjangan rob atau banjir air pasang laut.

Dipaparkan dalam peta banjir Badan, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Senin (22/2), pada Februari, kecamatan yang berpotensi banjir antara lain Cengkareng, Grogol Petamburan, Kali Deres, Kebon Jeruk, dan Taman Sari di Jakarta Barat.

Selanjutnya, kata Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Hari Tirtojatmiko, kawasan Cempaka Putih, Gambir, Kemayoran, Menteng, Sawah Besar, Senen, dan Tanah Abang di Jakarta Pusat juga berpotensi terkena banjir. Di Jakarta Selatan, beberapa tempat yang perlu berhati-hati adalah Cilandak, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Tebet di Jakarta Selatan.

Di Jakarta Timur antara lain Cakung, Cipayung, Ciracas, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, dan Pulo Gadung. Adapun di wilayah Jakarta Utara antara lain di Cilincing, Kelapa Gading, Koja, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priok.

Pada Maret dan April, kawasan yang masih berpotensi tergenang masih sama. Hanya saja, kata Hari, intensitas hujan yang mulai berkurang kemungkinan menurunkan potensi luasan banjir.

Gangguan di PLTU

Proyek penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap Muara Karang mengalami gangguan, Senin. Akibatnya, kawasan RW 04, Kelurahan Pluit, Penjaringan, mengalami banjir. Bahkan, di kantor PLTU, genangan air hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Banjir yang terjadi di kawasan ini cukup mengejutkan mengingat biasanya banjir disebabkan oleh gelombang tinggi dan hanya setinggi mata kaki. Kemarin, di kawasan luar PLTU, tinggi air mencapai betis orang dewasa pada pagi hari.

Gangguan yang terjadi di proyek repowering PLTU Muara Karang adalah jebolnya penampungan air laut yang digunakan untuk proyek tersebut. Menurut Corry, salah seorang warga Pluit yang juga bekerja di PLTU Muara Karang, proyek repowering itu membutuhkan air laut dalam jumlah besar. ”Ternyata pada Senin pukul 02.00, penampungan bocor karena pintu air terganjal lumpur,” kata Corry.

Bambang Trisilo, salah seorang staf PT PLN Jasa Manajemen Konstruksi PLTU Muara Karang, mengungkapkan, air laut masuk ketika pintu air yang ketiga dibersihkan. Di penampungan itu sendiri ada enam lapis pintu air. Saat pintu air dibuka, air laut langsung mengalir deras.

Ketika akan ditutup kembali, pintu air macet akibat endapan lumpur sehingga tak bisa dihindari air laut pun jebol membanjiri area PLTU. Air laut sulit dibendung lagi. Air pun tergenang hingga sepinggang orang dewasa.

Gangguan paling parah terjadi di areal kantor PT PLN Divisi Jasa Manajemen Konstruksi. Aktivitas karyawan terhenti karena air masuk ke dalam kantor lantai satu itu. Untuk mengatasi kebocoran itu, air yang masuk segera dipompa lagi ke laut. Pada siang hari, tinggi air sudah surut hingga semata kaki.

Sementara itu, Manajer Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Bambang Dwiyanto menjelaskan, kejadian air laut pasang dan melewati tanggul terjadi kemarin pukul 03.00. Akibat kejadian itu, air masuk ke dalam kantor PLN unit 1. ”Tetapi, air tidak masuk PLTU Muara Karang sehingga operasional pembangkit tidak terganggu,” ujarnya.

Dengan demikian, pasokan listrik untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya saat ini lancar meski daerah di sekitar PLTU Muara Karang itu dilanda banjir.

”Memang aliran listrik di kantor PLN unit satu dan sekitar sempat dipadamkan sampai tadi (kemarin) sore agar tak nyetrum, tetapi sudah dinyalakan lagi begitu tak terendam air,” kata Bambang.

Akibat kebocoran itu, pekerjaan repowering yang berhubungan dengan air laut terhenti untuk sementara. Adapun yang tak ada hubungannya tetap berjalan seperti biasa. ”Aliran listrik kepada pelanggan juga tak terganggu.”

Secara terpisah, Camat Penjaringan Syahril Suwarno dan Lurah Pluit Sugiharjo Timbo langsung meninjau lokasi. ”Kami sudah cek dan langsung berkoordinasi dengan PLTU,” kata Sugiharjo.

Bocornya tempat penampungan itu juga mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Muara Angke menuju Rumah Sakit Atma Jaya mengalami kemacetan sepanjang lebih dari dua kilometer. Para pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraannya untuk menghindari genangan air itu.

Relokasi SMAN 8

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Nanang Gunadi menyambut gembira rencana relokasi gedung sekolahnya dari Bukitduri ke Rasuna Epicentrum. Relokasi dibutuhkan karena sekolah sering dilanda banjir saat musim hujan.

”Lebih baik direlokasi agar tak repot. Apalagi, biaya pembangunan gedung sekolah yang baru berasal dari pengembang, bukan dari pemerintah,” kata Nanang. (ARN/NEL/EVY/ECA)



Post Date : 23 Februari 2010