Banjir Kepung Ibukota

Sumber:Suara Pembaruan - 04 Februari 2009
Kategori:Banjir di Jakarta

[JAKARTA] Hujan deras yang turun beberapa hari ini mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, ketinggian air melebihi dua meter, seperti yang terjadi di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (4/2) pagi.

Dari hasil pantauan SP di wilayah Kampung Pulo, ketinggian air di permukiman sebelah Kali Ciliwung sudah lebih dua meter. Sedangkan di permukiman yang padat penduduk, ketinggian mencapai leher orang dewasa. Akibatnya ratusan warga mengungsi ke sejumlah titik pengungsian seperti di RSIA Hermina dan eks Bioskop Nusantara.

Wali Kota Jakarta Timur H Murdhani mengunjungi korban banjir di Posko Pengungsian Eks Bioskop Nusantara, Rabu pagi.

Dia meminta warga tanpa terkecuali membantu menjaga kebersihan, terutama dalam membuang sampah. Karena penyebab utama banjir adalah sampah yang menumpuk di sungai. Namun, katanya, sampah-sampah itu tidak hanya berasal dari Jakarta saja, tapi juga sampah yang berasal dari Bogor yang ikut hanyut oleh aliran sungai.

Banjir juga merendam kawasan Tongtek Bukit Duri, Jakarta Timur. Air sungai meluap hingga menggenangi tiga perempat rumah penduduk di bantaran Sungai Ciliwung. Namun, warga terlihat masih menjalani aktivitas sehari-hari, seperti memasak mencuci dan sebagainya, bahkan dengan ketinggian air itu warga memanfaatkan untuk menjaring plastik yang ikut terbawa arus sungai untuk menambah penghasilan mereka.

Menurut salah seorang pemulung, dalam sehari ia bisa mendapatkan uang Rp 15.000 dari hasil menjual plastik. Plastik-plastik ini dijual Rp 2.500/kg. Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan air sungai normal. Pasalnya, sampah-sampah itu terbawa arus air di dasar sungai. Sehingga tidak mengapung di permukaan.

Akibat hujan deras yang mengguyur Ibukota, sejumlah pohon bertumbangan. Seperti di depan kantor Bank Indonesia, di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, dan di Kelapa Gading Jakarta Utara, Rabu pagi. Pohon-pohon itu tumbang menutup jalan. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang, apalagi tumbangnya bertepatan dengan jam kerja.

Sementara itu, sejumlah wilayah di Kota Tangerang dilanda banjir. Hujan yang turun sejak Selasa (3/2) malam hingga Rabu pagi ditambah sejumlah anak sungai meluap mengakibatkan ratusan rumah terendam.

Rabu (4/2) pagi, rumah-rumah yang terendam berada di Kompleks Perumahan Departermen Dalam Negeri (DDN), Jl Wana Mulya, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Ketinggian air antara 30-75 sentimeter. Perumahan itu sudah terendam sejak Senin malam. Belum lagi banjir tuntas, sudah datang genangan air lagi.

Selain di Kompleks DDN, air dari luapan Kali Dem (anak Sungai Pesanggrahan) juga menggenangi rumah warga di Kompleks Keuangan dan Kompleks Kehutanan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Kondisi serupa dialami ratusan warga Perumahan Total Persada, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang. Di situ itu, air yang menggenang sudah mencapai pinggang orang dewasa.

"Di sini banjir sudah jadi langganan. Bila hujan turun lebih dari empat jam, kompleks ini pasti kebanjiran. Kejadiannya sudah setiap tahun tapi tak juga bisa diatasi. Rumah pompa yang disediakan tak banyak membantu," kata Astuti, seorang warga.

Rob 9 Februari

Ketua Program Studi Meteorologi ITB Army Susandi memperkirakan, berdasarkan pengamatan dan perhitungan setelah melihat pergerakan angin serta awan hujan yang menyelimuti Ibukota Jakarta dan sekitarnya, diprediksi pada 9 Februari nanti akan terjadi rob besar atau air pasang yang menggenangi pantai di kawasan Jakarta Utara, Tanggerang, dan Bekasi.

"Melihat intensitasnya saat ini, sangat memungkinkan curah hujan tidak terlalu tinggi, namun air pasang di Jakarta masih sangat besar terjadi," ujarnya. [ISW/132/E-5]



Post Date : 04 Februari 2009