Banyak Situ di Jakarta Rusak dan Mendangkal

Sumber:Kompas - 12 Oktober 2004
Kategori:Drainase
Jakarta, Kompas - Sebagian besar situ-situ alami di Jakarta mengalami pendangkalan dan tercemar berat oleh limbah domestik. Laju kerusakan situ semakin cepat terjadi akibat bertambahnya permukiman penduduk dan aktivitas lain di sekitar situ.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Yunani Kartawiria, Senin (11/10), mengatakan, pada tahun 1997/1998 masih terinventarisasi sekitar 50 situ/waduk di Jakarta. Pada tahun 2003, jumlah situ berkurang menjadi 43.

Sebagian besar kondisi situ di Jakarta sangat mengenaskan. Selain airnya berwarna hitam karena tercemar sampah, banyak situ juga mengalami pendangkalan. Bahkan ada beberapa situ yang sudah mengering dan berubah menjadi daratan. Daratan itu kemudian digunakan untuk permukiman atau aktivitas warga sekitar.

Situ Rawa Penggilingan di Jakarta Timur, misalnya, sudah mengering dan berubah menjadi daratan. Sedangkan Situ Rawa Segaran di Jakarta Timur, juga sudah diuruk menjadi tegalan. Situ Dirgantara bahkan sudah diuruk menjadi lahan pertanian. Di Jakarta Utara, Situ Rawa Kendal juga telah berubah menjadi daratan.

Yunani mengatakan, BPLHD DKI dan Dinas PU DKI sedang berupaya untuk merehabilitasi dan merevitalisasi situ-situ di DKI. Saat ini mereka tengah mengidentifikasi kerusakan yang terjadi pada situ.

Fungsi situ/waduk adalah untuk pengendalian banjir, penampungan air, dan merupakan daerah resapan air. Kerusakan situ menyebabkan banjir di Jakarta semakin parah. (IND)

Post Date : 12 Oktober 2004