Berinvestasi dalam Sektor Kesehatan Indonesia: Tantangan dan Peluang untuk Pengeluaran Publik di Masa Depan (Kajian Pengeluaran Publik Indonesia untuk Sektor Kesehatan 2008)

Penerbit:Jakarta, Bank Dunia, Juni 2008, xii + 145 hal
Tahun Terbit:Th. 2008
No. Klasifikasi:613 BAN b
Kata Kunci:kesehatan - Indonesia, investasi, kajian pengeluaran publik
Lokasi:Direktorat Permukiman dan Perumahan, Bappenas
Kategori:Laporan

Laporan ini disusun sebagai berikut, Bab 1 menyediakan gambaran umum dari hasil pelayanan utama sector kesehatan dan trend pemanfaatan layanan kesehatan di Indonesia. Lebih lanjut, tantangan yang berlangsung saat ini dan yang akan terjadi di masa depan juga dibahas, terutama terkait dengan transisi demografis, epidemiologis, dan nutrisi yang sedang terjadi di Indonesia dan akan memiliki implikasi penting terhadap kebutuhan dan permintaan layanan kesehatan di masa depan, juga untuk keputusan kebijakan dalam pembiayaan kesehatan. Sebuah ringkasan singkat dari strategi dan kebijakan utama mengenai kesehatan dari Pemerintah juga disertakan.

Bab 2 juga meringkas struktur organisasi sistem penyediaan layanan kesehatan dan menganalisis informasi yang tersedia mengenai masukan sumber adya terpilih, yaitu infrastruktur, tenaga kerja kesehatan, dan obat-obatan.

Sedangkan bab 3 adalah inti dari kajian pengeluaran dan menggambarkan sistem kolektif penghasilan Indonesia dan transfer fiskal antar pemerintah untuk sector kesehatan, termasuk kajian singkat masalah ruang fiskal. Bab ketiga ini sebagian menggunakan (Kajian Pengeluaran Publik) nasional dan pekerjaan yang sedang berlangsung mengenai desentralisasi di Indonesia. Bab ini lebih lanjut menggambarkan tingkatan, trend, dan kombinasi pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan, dan juga memeriksa pengeluaran tersebut dalam perspektif internasional.

Bab 4 membentuk penilaian sistem kesehatan dari segi pemerataan, efisiensi, dan kualitas. Distribusi pembiayaan kesehatan masyarakat juga dibahas, terfokus pada jumlah manfaat. Bagian ini diikuti dengan analisis terhadap efisiensi dari segi kinerja di tingkat kabupaten/ kota. Terakhir, kualitas dan kepuasan konsumen juga dianalisis sesuai dengan ketersediaan data.

Bab 5 memberikan gambaran mengenai mekanisme pengumpulan risiko yang ada di Indonesia, dimulai dengan sebuah kajian tingkat pengeluaran dari kantong yang tinggi sebagai bagian dari total pengeluaran, dan juga akibat dari beban berat lonjakan pengeluaran terhadap layanan kesehatan. Dalam bab ini, program asuransi kesehatan terbaru Pemerintah Indonesia untuk masyarakat miskin, yakni Askeskin, juga dibahas, dan bab ini diakhiri dengan sebuah bagian mengenai tantangan masa depan untuk sektor asuransi kesehatan.

Pustaka ini ditujukan bagi para anggota dewan perwakilan rakyat dan para pembuat kebijakan di Bappenas dan dalam Departemen Kesehatan, Keuangan, dan Dalam Negeri, di tingkat pusat dan daerah. Pembaca lain meliputi komunitas penyedia, CSO/ NGO, akademisi, dan media. Pembaca non-Indonesia meliputi kelompok kesehatan internasional di Jakarta.

Daftar Isi:

Ucapan Terima kasih
Prakata
Daftar Istilah
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
Daftar Kotak

Rangkuman Eksekutif

Pendahuluan

Sistem Kesehatan Indonesia: Kinerja dan Hasil

1.1    Capaian dari Pelayanan di Sektor Kesehatan
1.2    Pemanfaatan dan Pemerataan Sistem Kesehatan
1.3    Tantangan yang ada pada saat ini dan masa depan

Sistem Pelayanan Kesehatan di Indonesia
2.1 Penyelenggaraan dan Prasarana Sistem Kesehatan
2.2 Ketersediaan dan Persebaran Sumber Daya Manusia
2.3 Obat-obatan
2.4 Tanggung jawab terhadap dan pengadaan berbagai input baru

Pengeluaran Publik untuk Sektor Kesehatan
3.1 Trend pengeluaran nasional dan sektor kesehatan
3.2 Trend dan tingkat pengeluaran kesehatan publik secara agregat
3.3 Perbandingan internasional dalam hal belanja kesehatan
3.4 Transfer keuangan antar Pemerintah, Pendapatan daerah dan aliran dana untuk sektor kesehatan
3.5 Perencanaan, penganggaran, dan manajemen keuangan di sektor kesehatan
3.6 Pengeluaran berdasarkan klasifikasi anggaran
3.7 Klasifikasi ekonomi pengeluaran
3.8 Klasifikasi fungsional pengeluaran

Penilaian Atas Sistem Kesehatan: Benefit Incidence, Efisiensi dan Kualitas
4.1 Benefit Incidence dari Pengeluaran pemerintah
4.2 Distribusi pembiayaan kesehatan masyarakat
4.3 Hubungan antara pengeluaran, penggunaan dan capaian layanan
4.4 Efisiensi di Tingkat rumah sakit dan puskesmas
4.5 Mengukur efisiensi di Tingkat Kabupaten
4.6 Penilaian terhadap kualitas dan kepuasan konsumen

Pengeluaran dari Kantong Masyarakat (Out of Pocket) dan Reformasi Jaminan Kesehatan
5.1 Pengeluaran dari kantong masyarakat dan pengeluaran yang sangat besar (Catastrophic)
5.2 Pengumpulan risiko (Risk-pooling) dan Reformasi jaminan kesehatan di Indonesia
5.3 Asuransi kesehatan orang miskin: program Askeskin
5.4 Tantangan masa depan jaminan kesehatan

Lampiran

Referensi



Post Date : 24 Juni 2010