Dana BKT Rp 75 Miliar Habis Akhir Tahun

Sumber:Kompas - 01 Desember 2004
Kategori:Drainase
Jakarta, Kompas - Dana pembebasan lahan proyek banjir kanal timur di wilayah Jakarta Timur senilai Rp 75 miliar harus bisa terserap sampai akhir Desember 2004. Jika tidak, dana itu akan ditambahkan pada anggaran tahun 2005. Hingga saat ini dana sudah terserap Rp 34 miliar untuk membayar tanah milik 84 warga di Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

"Kami optimis bisa menyerap semua dana itu sampai tutup tahun," kata Kepala Subbagian Administrasi Wilayah Pemkot Jakarta Timur Lukman Hakim yang juga anggota panitia sembilan pembebasan tanah Banjir Kanal Timur, Selasa (30/11).

Menurut dia, sampai saat ini ada 160 dari 700-an warga Kelurahan Pulo Gebang yang bersedia lahannya dibebaskan. Ada juga 20 dari 600-an warga Kelurahan Duren Sawit yang bersedia lahannya dibebaskan dan dibayar sesuai dengan nilai jual obyek pajak (NJOP).

"Berkas-berkas mereka itu sedang kami proses. Hingga 31 Desember kami all out agar dana bisa terserap semua," kata Lukman.

Ditambahkan, pembayaran Rp 34 miliar itu dilakukan awal November lalu di Kelurahan Cakung Timur dan semua warga tidak ada masalah dengan harga tanah sesuai NJOP. Sebelumnya, dana sudah terserap Rp 27 miliar untuk membayar tanah yang sudah dibebaskan di Kelurahan Rorotan, Jakarta Utara. Dengan demikian, sudah Rp 61 miliar terserap dari total anggaran 2004 Rp 100 miliar untuk 13 kelurahan di Jaktim dan Jakut.

Menanggapi pernyataan Pemprov DKI Jakarta yang mengatakan akan mengambil alih proses pembebasan tanah jika panitia sembilan Pemkot Jaktim lamban, Lukman mengatakan belum ada surat edaran yang diterimanya. "Itu baru pernyataan saja, mungkin untuk menyemangati kami agar lebih giat. Tapi, secara resmi proses ini belum diambil alih provinsi," kata Lukman.

Sementara itu, Pimpinan Proyek BKT dari PIPWSCC Departemen PU Pitoyo Subandriyo mengatakan, saat ini pekerjaan paket pembuatan jembatan di Kelurahan Cipinang Besar Selatan serta bendungan di Kelurahan Ujung Menteng tetap berjalan meski setiap hari hujan deras.

"Kami membongkar bekisting abutment jembatan sebelah utara, juga fabrikasi bekisting dinding abutment selatan. Itu semua untuk pengerjaan jembatan awal BKT di Cipinang Besar Selatan," katanya.

Ditambahkan, pemancangan tiang serta proses penggalian tanah dan pengecoran tetap dilakukan dan tidak terganggu oleh turunnya hujan. "Kami mengharap ada penambahan lahan yang sudah dibebaskan, jadi kami bisa langsung menggalinya," ujar Pitoyo.(IVV)

Post Date : 01 Desember 2004